Waduh, Puasa Kok Perutnya Tambah Gendut? Ikuti Trik Pencegahan dari Ahli Gizi

Pengaturan pola makan dan pola hidup yang sehat selama puasa diperlukan untuk mengontrol berat badan dan mengatasi obesitas perut.

Waduh, Puasa Kok Perutnya Tambah Gendut? Ikuti Trik Pencegahan dari Ahli Gizi
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Berubahnya pola makan saat berpuasa dari yang sebelumnya makan 3 kali sehari menjadi 2 kali sehari, logikanya akan membuat berat badan stabil bahkan menurun.

Namun faktanya, malah ada yang justru mengalami peningkatan berat badan.

Menurut Rissa Saputri SGz, Ahli gizi RSUD Ansari Saleh dan Ahli Gizi Nutrimeal Banjarmasin, pengaturan pola makan dan pola hidup yang sehat selama puasa diperlukan untuk mengontrol berat badan dan mengatasi obesitas perut.

Pilihlah makanan pokok bernilai indeks glikemik rendah seperti nasi merah, nasi coklat, nasi hitam, pasta (spaghetti, fettucini, macaroni), bubur gandum.

Selain memiliki efek mengenyangkan lebih lama, makanan pokok dengan indeks glikemik rendah juga kaya serat dan mampu menurunkan kadar lemak tubuh.

Utamakan asupan lemak tak jenuh, kurangi lemak lemak trans dan lemak jenuh.

Sebaiknya gunakan lemak tak jenuh dalam proses memasak misalkan minyak zaitun, minyak canola, minyak jagung.

Ikan laut, buah alpukat, dan kacang almond.

Bagi orang dengan obesitas sentral atau memiliki kadar lemak darah tinggi, sebaiknya hindari konsumsi lemak jenuh dan lemak trans berlebihan, seperti fast food, es krim, daging sapi dan olahannya, telur, produk susu, minyak kelapa, minyak sawit, santan.

Panganan manis seperti kue basah, cake, donat, biskuit umumnya diolah menggunakan telur, santan, mentega/minyak.

Halaman
123
Editor: Ariestia
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved