TribunPekanbaru/

Rumah Allah

Masjid Paripurna An Najah, Pernah Berdiri di Jalan Harapan Raya

Sarana pendidikan di lingkungan mesjid ini bukan saja MDA yang berdiri 1996. Jemaah mesjid juga menginisiasi berdirinya MTs An Najah sejak 2004 silam.

Masjid Paripurna An Najah, Pernah Berdiri di Jalan Harapan Raya
TribunPekanbaru/Afrizal
Masjid Paripurna An Najah 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru : Afrizal

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -Delapan tiang utama akan langsung terlihat ketika memasuki Masjid Paripurna An Najah. Terletak di Jalan Sakuntala/Jalan Banda Aceh, delapan tiang yang terletak di tengah areal Masjid ini seolah menopang kubah besar. Meskipun memiliki dua lantai, bagian dalam kubah besar ini tetap terlihat dari dalam Masjid.

Dibangun tahun 1984 sejumlah ciri khas bisa langsung dikenali di Masjid ini.

Mulai dari tiang utama yang memadukan warna hijau dengan warna putih. Meskipun dominan putih, warna hijau tetap dihadirkan pada sebagian tiang. Dibagian ini, juga disematkan tulisan kaligrafi meskipun hanya pada dua tiang utama saja.

Ciri khas lainnya penggunaan kaca yang dijadikan sebagai jendela dibagian bawah kubah. Dengan posisi dekat kubah, kaca ini menjadi pintu masuk cahaya.

Menurut tokoh masyarakat, H Hanafi Yuddin, Masjid An Najah pertama kali berdiri di pinggir Jalan Imam Munandar. Tepat disamping Jalan Sakuntala-Jalan Imam Munandar tahun 1966 silam dalam bentuk musalla. Tahun 1970, mulai difungsikan sebagai Masjid. Masjid ini menjadi tujuan masyarakat sekitar yang ingin shalat Jumat.

Tahun 1984, dilakukan pengembangan karena jumlah jemaah semakin banyak. Lokasi yang dipilih adalah tempat Masjid saat ini yang merupakan tanah wakaf warga. Peletakan batu pertama dilakukan Bupati Kampar kala itu yaitu Syafruddin.

"Saat itu namanya masih Desa Suka Maju dan masuk Kampar," katanya pada Tribun.

Berjarak 300 meter ke dalam dari lokasi awal, saat itu ukuran awal Masjid adalah 20x25 meter. Seiring waktu dilakukan pembesaran sehingga saat ini punya ukuran 45x30 meter.

Kekompakan jemaah menjadi nilai lebih Masjid ini. Sejak awal dibangun mengutamakan swadaya masyarakat. Bahkan enam tahun lalu, jemaah Masjid berhasil membebaskan lahan disekitar Masjid dengan nilai Rp 1,6 miliar. Lahan ini digunakan sebagai areal parkir dan sarana pendidikan.

Halaman
12
Penulis: Afrizal
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help