TribunPekanbaru/

Profesor Sufian Hamim Maju di Pilkada Inhil, Bertekad Angkat Kesejahteraan Petani dan Rakyat Miskin

"Saya sudah merumuskan peta jalan penyelesaian masalah publik di Inhil, termasuk langkah-langkah penyelesaiannya

Profesor Sufian Hamim Maju di Pilkada Inhil, Bertekad Angkat Kesejahteraan Petani dan Rakyat Miskin
Istimewa
Prof. DR. H. Sufian Hamim, SH, MSi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Guru Besar Universitas Islam Riau (UIR), Prof. DR. H. Sufian Hamim, SH. M.Si menegaskan niatnya maju dalam pencalonan sebagai Bupati Indragiri Hilir dalam pilkada 2018 mendatang. Sufian mengancang-ancang akan menggunakan jalur perseorangan (independen) sebagai perahu agar bisa 'berlayar' dalam pilkada tersebut.

"Saya besar dan mengabdi di Inhil. Saya ingin memberikan pengabdian diri terbesar untuk Inhil. Dorongan dari para tokoh dan rekan-rekan serta suara akar rumput, menjadi motivasi dan pelecut semangat saya," kata Sufian Hamim kepada Tribun, Senin (19/6/2017).

Prof Sufian yang merupakan rektor pertama Universitas Islam Indragiri (Unisi) ini menegaskan, Inhil yang memiliki potensi ekonomi yang besar membutuhkan perubahan nyata. Pemerintah dan birokrat seharusnya mempu memetakan masalah yang terjadi dalam masyarakat serta menetapkan peta jalan penyelesaian yang tepat. Selama ini, problem publik di Inhil belum mampu dijawab oleh pemerintahan yang ada.

"Saya sudah merumuskan peta jalan penyelesaian masalah publik di Inhil, termasuk langkah-langkah penyelesaiannya melalui program yang efektif dan betul-betul membumi. Sebenarnya, hanya dibutuhkan political will untuk bisa mengeksekusinya," kata Sufian Hamim.

Mantan komisaris independen Bank Riau-Kepri ini menegaskan, ada 15 program kerja jangka pendek, menengah dan panjang yang akan dilakukannya, kelak jika masyarakat Inhil mempercayakan kursi Inhil satu kepada dirinya. Di antaranya, menyangkut peningkatan kesejahteraan petani dan menaikkan nilai tambah hasil pertanian masyarakat.

"Selama ini petani kelapa kita tidak dijaga dan dilindungi. Mereka tidak bisa banyak berbuat dalam menentukan harga kelapa dan produksi pertanian lainnya," kata Sufian.

Menurutnya, BUMD sebenarnya bisa mengambil alih peran untuk memproteksi dan meningkatkan perlindungai terhadap para petani. Caranya yakni menjembatani pemasaran kelapa ke luar negeri.

"Mulai dari revitalisasi kebun kelapa dan membantu pemasaran kelapa. Cara ini akan membuat toke atau pemain lainnya bisa menyesuaikan diri. Jika tak mau, maka para toke tersebut akan gulung tikar. Pemerintah harus hadir dalam masalah lama ini. Mungkin juga BUMD membeli kelapa dan produk pertanian lain, setelah itu dijual ke luar negara, ada beberapa negara yang membutuhkannya," tegasnya.

Prof Sufian juga menaruh perhatian pada program pendidikan masyarakat. Caranya dengan meluncurkan Kartu Inhil Pintar, yakni jaminan pembiayaan pendidikan mulai sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

"Dalam lima tahun, saya perkirakan akan ada 10 ribu penerima beasiswa pendidikan tinggi. Pengalaman saya sebagai Rektor Unisi pernah melakukan hal itu dan tidka sulit. Apalagi, jika punya kekuasaan sebagai bupati, maka program itu akan bisa langsung dieksekusi. Kan banyak potensi dana yang bisa diraih, salah satunya melalui CSR," tegasnya.

Ia juga berjanji akan mempermudah iklim investasi, perizinan dan mendukung usaha ekonomi kerakyatan.

"Perizinan sektor UMKM akan gratis. Layanan dasar publik seperti KTP, KK dan identitas lain juga gratis. Untuk apa rakyat dipungut uang dari sektor itu," katanya.

Sekretaris Umum DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) ini juga mengurai soal pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan dan jembatan. Menurutnya, akses transportasi harus layak dan jalan rusak segera diperbaiki.

Selain itu, dirinya juga akan memprioritaskan sertifikasi lahan masyarakat bekerja sama dengan BPN, khususnya bagi warga miskin di Inhil.

"Termasuk melakukan pemekaran Inhil menjadi 3 kabupaten dan satu kotamadya, 25 kecamatan dan 250 desa/ kelurahan. Ini sebagai cikal bakal lahirnya Provinsi Indragiri," tegasnya. (*)

Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help