TribunPekanbaru/

Idul Fitri 1438 H

Lebaran di Rengat, Jangan Lupa Cicipi Nikmatnya Bolu Berendam Ini

Indragiri Hulu (Inhu) punya makanan khas tradisional yang unik dan dikenal dengan nama bolu berendam. Kue khas Inhu ini adalah salah satu

Lebaran di Rengat, Jangan Lupa Cicipi Nikmatnya Bolu Berendam Ini
Tribun Pekanbaru/Bynton Simanungkalit
Indragiri Hulu (Inhu) punya makanan khas tradisional yang unik dan dikenal dengan nama bolu berendam. Kue khas Inhu ini adalah salah satu sajian mewah bagi masyarakat Inhu umumnya dan Rengat khususnya. (Tribun Pekanbaru/Bynton Simanungkalit)

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru.com Bynton Simanungkalit

TRIBUN PEKANBARU.COM, RENGAT - Indragiri Hulu (Inhu) punya makanan khas tradisional yang unik dan dikenal dengan nama bolu berendam. Kue khas Inhu ini adalah salah satu sajian mewah bagi masyarakat Inhu umumnya dan Rengat khususnya.

Ahmad Fahmi, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Pemuda dan Pariwisata (Disporapar) menjelaskan bolu berendam merupakan sajian istimewa bagi pengantin. "Bolu berendam ini adalah salah satu dari lima jenis makanan pengantin yang disajikan," kata Fahmi.

Tidak hanya momen pernikahan, namun bolu berendam juga menjadi sajian khas pada saat lebaran. Umumnya masyarakat asli yang tinggal di Kampung Seberang dan Kampung Pulau di Kecamatan Rengat juga menyajikan makanan khas ini kepada para tamu.

Selain di Rengat, kata Fahmi sebagian masyarakat di Air Molek juga menghidangkan bolu berendam pada momen tertentu. Memang momen-momen langka penyajian bolu berendam, membuat kue yang umumnya berwarna kuning dan orange ini begitu istimewa bagi masyarakat Inhu.

Cita rasa manis bolu berendam tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta kuliner. Berbeda dengan kue bolu umumnya, saat penyajiannya bolu berendam dibiarkan basah. Meski begitu, tidak merubah struktur kue tersebut. Kata Fahmi, memang dibutuhkan teknik khusus untuk membuat bolu berendam termasuk saat pembakarannya.

Keunikan bolu berendam tersebut menimbulkan pertanyaan soal unsur mistis yang terkandung saat pembuatannya, namun Fahmi enggan memastikan soal ini.

Namun yang pasti, makanan khas Inhu ini kian langka dikarenakan tidak banyak generasi muda yang mengerti cara membuatnya. Hal ini dibenarkan melalui pernyataan Fahmi yang menyebutkan bahwa pembuatnya merupakan kalangan orang tua yang sudah berusia lanjut.

Oleh karena itu, Disporapar saat ini berusaha menghidupkan semangat di tengah generasi muda untuk belajar membuat bolu berendam guna pelestariannya.

Seperti kata Fahmi, saat ini bolu berendam masuk masuk kategori sepuluh besar makanan khas tradisional pada Anugrah Pesona Indonesia. Pengagrahan ini rencananya akan dilakukan langsung oleh Kementrian Pariwisata RI.

Fahmi menyampaikan masuknya bolu berendam dalam kategori sepuluh besar menjadi kebanggan tersendiri. Sebab bolu berendam merupakan makanan khas bolu berendam namun di Riau sendiri hanya ada di Inhu. Karena itu, dirinya berharap agar kekhasan bolu berendam itu bisa terus dilestarikan. (ton)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help