TribunPekanbaru/

Pembangunan Jembatan Solusi Mengurai Antrian Pelabuhan Roro Pakning-Bengkalis

Dengan kondisi demikian satu satunya jalan ke Bengkalis hanya melalui pelabuhan Roro tidak bisa dengan yang

Pembangunan Jembatan Solusi Mengurai Antrian Pelabuhan Roro Pakning-Bengkalis
TRIBUNPEKANBARU.COM/MUHAMMAD NATSIR
Antrian panjang kendaraan di Dermaga pelabuhan Roro Bengkalis – Pakning Kabupaten Bengkalis, kamis (7/7/2016). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Permasalahaan padatnya antrian Roro Bengkalis sebenarnya tidak hanya terjadi pada saat lebaran. Hampir setiap liburan panjang selalu terjadi antrian di pelabuhan Roro. Seperti liburan anak anak maupun pada perayaan hari besar cina setiap tahunya juga terjadi hal yang sama.

Namun puncak dari antrian panjang tersebut terjadi pada bulan Syawal karena jumlah pemudik cukup banyak. Antrian ini akan terus terjadi dan tidak akan terurai sampai kapanpun, ditambah lagi saat ini transportasi air menggunakan speedboat menuju Bengkalis tidak lagi beroperasi.

Dengan kondisi demikian satu satunya jalan ke Bengkalis hanya melalui pelabuhan Roro tidak bisa dengan yang lain. Berdasarkan pengalaman selama ini setiap tahun tingkat kedatangan ke Bengkalis semakin tinggi dan tingkat ekonomi masyarakat juga semakin membaik.

Sehingga tingkat penggunaan kendaraan roda empat dan Kendaraan Roda Dua masuk ke Bengkalis juga bertumbuh signifikan. Maka terjadi pertambahan kendaraan masuk setiap tahunnya.

Untuk mengurai tumpukan antrian ini tidak ada lain satu, satunya melakukan program pembuatan jembatan antara Sungai Pakning dengan Bengkalis, atau mungkin melalui Lubuk Bakul kemudian ke Pulau padang dan Langsung ke Bengkalis.

Semua tergantung dari pantauan dari mana daerah yang memungkinkan untuk di bangun jembatan, yang jelas dengan pembangunan jembatanlah yang bisa mengurai antrian panjang yang terjadi menahun selama ini.

Untuk pembangunan jembatan ini pemerintah tidak perlu berpikir mengambil atau menyedot anggaran dari APBN, tetapi menyerahkan kepada pihak ketiga dengan konvensasi selama lima puluh tahun. Seperti yang terjadi di Freeport di Indonesia, dan juga dilakukan dibeberapa negara lain dalam membuat Tol.

Jadi penggunaan jembatan nantinya akan berbayar seperti penggunnaan Tol yang ada. Misalnya penyeberangan melewat jembatan tersebut dikenakan biaya seratus ribu per kendaraan. Dengan adanya hal seperti ini tentu penyeberangan jauh lebih lancar.

Kita berkaca dari pengalaman selama ini, sebelumnya pengelolaan penyeberangan roro Bengkalis dikelola oleh Pemerintah daerah mengalami kerugian. Namun sekarang Roro yang melayani penyeberangan Bengkalis Pakning dikelola pihak ketiga.

Pihak ketiga akan mengakumulasi keuntungan berapa yang bisa dihasilkan dengan mengelola penyebarangan. Namun disisi lain masyarakat diuntungkan secara ekonomi dengan transportasi yang dipermudah. (*)

Oleh: Prof. Dr. H. Samsul Nizar MA (Ketua STAIN Bengkalis)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help