TribunPekanbaru/

Citizen Journalism

Mati Surinya Festival Rakit Kreatif di Rohul

Inilah fenomena yang ada di kabupaten Rokan Hulu sekarang ini. Amat disayangkan acara perlombaan rakit kreatif ini hilang begitu saja.

Mati Surinya Festival Rakit Kreatif di Rohul
Istimewa/RAHMADI
ILUSTRASI Kaum wanita Talang Mamak juga ikut serta pada lomba pacu rakit bambu 

Oleh: Joni Alpen MPd-Dosen Penjaskesrek UIR-Mahasiswa S3 Pendidikan Olahraga UNJ

Permainan tradisional merupakan permainan yang berakar nilai kebudayaan setiap daerah, apabila dikelola secara professional merupakan suatu aset yang dapat membantu dalam peningkatan penghasilan pada daerah tersebut. Pembinaan dan pengembangan olahraga tidak hanya dilakukan oleh pemerintah pusat. Tetapi dapat dilakukan masyarakat mulai dari pelosok desa, kecamatan, kabupaten hingga propinsi baik itu olahraga modern maupun olahraga tradisional.

Hal ini sesuai dengan  landasan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional No. 3 Tahun 2005 “Pembinaan dan pengembangan olahraga rekreasi yang bersifat tradisional dilakukan dengan menggali, mengembangkan, melestarikan, dan memanfaatkan olahraga tradisional yang ada didalam masyarakat”. artinya olahraga tradisional dapat diwujudkan dengan cara menggali unsur budayanya dan dikembangkan melalui tata peraturan permainannya serta di lestarikan keberadaannya agar budaya tradisional sifatnya dapat berkelanjutan buat tatapan generasi yang akan datang.

Mungkin kita semua masih ingat pada tahun 2000 an kabupaten Rokan Hulu pernah membuat event besar yang sangat bagus dalam memperhatikan budaya yang ada, yaitu festival  Burakik ”Lomba Rakit Kreatif” di Sungai Batang Lubuh. Perlombaan ini memakan waktu yang cukup lama yaitu 3 hari 3 malam dengan menempuh jarak lebih kurang 80 km dengan start dari Pasir Pengarayan sampai Kota Tengah yang menelusuri sungai Batang Lubuh dengan tiga kali berhenti (Rambah Hilir, Kepenuhan Hulu, dan Kepenuhan).

Menariknya dari event besar ini adalah seminggu sebelum hari perlombaan dimulai, semua masyarakat yang ada di kecamatan Rambah khususnya dan kabupaten Rokan Hulu pada umumnya berbondong-bondong ke sungai Batang Lubuh untuk melihat para peserta merangkai rakit yang diperlombakan. Selain melihat rangkaian demi rangkaian pemasangan rakit, masyarakat juga dihibur dengan celempong (musik tradisional) serta bisa melihat permainan tradisional gasing yang ada di pinggir Sungai Batang Lubuh. Tidak hanya itu, Sepanjang pelataran Sungai Batang Lubuh (tempat start) sudah banyak masyarakat yang berjualan dengan berbagai macam minuman serta kue khas daerah Rokan Hulu sebelum pelepasan rakit. Sangat ramai dan meriah antusias serta animo masyarakat menyambut festival rakit kreatif yang ada di Sungai Batang Lubuh sampai pelepasan rakit yang di lombakan.

Khasnya lagi, setiap tempat pemberhentian (Rambah Hilir dan Kepenuhan Hulu) biasanya warga setempat menyambut peserta festival rakit kreatif dengan berbagai bentuk hiburan, seperti main gasing busamo, musik celempong/ gondang burogong, silek, main patok lele serta pacu sampan dengan tangan (olahraga dan musik tradisional Kabupaten Rokan Hulu). Dengan penyambutan yang meriah ini tujuannya tak lain tak bukan adalah untuk pelepas rasa penat peserta perlombaan rakit kreatif selama diperjalanan. Sesampainya di finish tepatnya di kecamatan Kepenuhan barulah diadakan hiburan rakyat bersama, sekaligus mengumumkan para pemenang peserta perlombaan rakit kreatif Kabupaten Rokan Hulu. Pada acara ini tentu semua unsur masyarakat maupun Pemerintah Daerah menghadirinya. Termasuk Perwakilan Dewan Daerah yang ada di DPRD Kabupaten Rokan Hulu.

Rakik sebutan orang Rambah atau dalam bahasa Indonesianya disebut rakit adalah alat transportasi sungai yang sangat tradisional dan sangat sederhana. Rakit terbuat dari kumpulan beberapa bambu (buluh poriang sebutan orang Rambah) disusun rapi dan dijalin menggunakan rotan dan dijalankan dengan sebuah kayu panjang yang didorong untuk kemudi (orang Rambah menyebutnya galah). Dulu rakit diberdayakan oleh masyarakat sepanjang sungai di masa lampau (berakhir tahun 1990-an) yang digunakan untuk sarana angkut masyarakat Rambah dalam membawa hasil bumi seperti karet, padi, kopi dan lain sebagainya, yang dijual ke agen-agen terdekat sepanjang aliran Sungai Batang Lubuh bahkan sampai ke Rangau Bagan Siapi-Api Kabupaten Rokan Hilir.

Perlombaan rakit disini adalah suatu perlombaan dengan menggunakan rakit yang mana di atas rakit dibuat rumah untuk berteduh yang dihiasi seindah mungkin serta diberi penerangan lampu hias. Rakit ini bergerak dengan mengikuti arus sungai yang dibantu dengan menggunakan dayung dan galah. Kegiatan perlombaan ini bermaksud melestarikan kebudayaan Rokan Hulu yang terinspirasi dari kegiatan tradisional yang tergantung kepada sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat. Menciptakan image dan ikon budaya yang dapat mewakili kebudayaan Rokan Hulu. Menyalurkan kreativitas, sportifitas dan rasa cinta kepada alam budaya Melayu Riau umumnya dan Kabupaten Rokan Hulu khususnya. Dengan kegiatan ini secara tidak sadar masyarakat tersebut akan tersentuh nalurinya untuk peduli dan cinta akan lingkungan sosial ekonomi masyarakat Rokan Hulu.

Begitu juga dalam pemberian nama pada rakit kreatif dipercayai untuk menghidupkan nuansa lama yang sudah mulai dilupakan, atau istilah pepatah Rambah “mubangkikkan batang turondom” membangkitkan batang yang terendam. Dalam artian nilai budaya kita orang melayu yang terkenal dengan santun dan mempunyai tradisi yang mengandung nilai estetika yang tinggi, yang bertamaddun, dan bersandarkan pada al-quran dan hadist sehingga nilai budaya ini secara subtansial sangat relevan bila kembali diimplementasikan sebagai acuan dalam menata kehidupan bersosial dan bermasyarakat.

Pada prinsipnya perlombaan rakit kreatif ini adalah perlombaan tradisional yang sangat menarik untuk diperlombakan. Selain itu, perlombaan rakit kreatif ini juga menggambarkan bahwa masyarakat memiliki kepedulian yang sangat tinggi dalam melestarikan budaya lama dalam kemasan kegiatan budaya, seni dan olahraga sebagai event tahunan yang dapat memberi inspirasi kepada masyarakat dalam penjabaran nilai-nilai budaya seperti kebenaran, keindahan, kemanusiaan, kebijakan dan kemurnian.

Halaman
12
Tags
rakit
Rohul
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help