TribunPekanbaru/

Koperasi, Wahana Smart Ekonomi Menuju Smart City

Dengan pemaknaan yang tepat dan implementasi yang "smart" maka koperasi akan benar benar menjadi wadah smart ekonomi menuju Kesejahteraan rakyat.

Koperasi, Wahana Smart Ekonomi Menuju Smart City
istimewa
Ingot Ahmad Hutasuhut: Kadis Perindag Kota Pekanbaru 

Ingot Ahmad Hutasuhut: Kadis Perindag Kota Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bagi sebagian orang mungkin judul tulisan ini menjadi pernyataan besar. Apa kaitannya koperasi dengan istilah-istilah canggih? Wajar saja, karena hari ini bagi banyak kalangan koperasi masih dimaknai sebagai suatu hal yang "ndeso", sarat permasalahan, dan jauh dari kemajuan teknologi yang bernuansa kekinian.

Dari beberapa kesempatan bertukar fikiran baik dengan masyarakat umum, akademisi, bahkan pejabat pemerintah, sangat terasa pemaknaan umum yang terjadi adalah bahwa koperasi adalah tempat meminjam uang, koperasi sangat melekat dengan kegiatan simpan pinjam.

Harusnya kenyataan ini menimbulkan kemirisan bagi kita, mengingat gerakan berkoperasi yang diamanatkan kepada bangsa Indonesia berdimensi sangat luas dan mendasar.

Konsep berkoperasi di Indonesia melalui Undang-undang Nomor 25 tahun 1992 yaitu sebagai "Badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya pada prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan azas kekeluargaan".

Sangat jelas koperasi merepresentasikan persepektif yang sangat canggih dari para pendahulu kita sebagai bangsa Indonesia.

Pengertian koperasi Indonesia yang diawali dengan kata "badan usaha" agaknya mengisyaratkan bahwa koperasi diharapkan menjadi lembaga gerakan keekonomian rakyat dalam mewujudkan kesejahteraan umum.

Lebih jauh lagi, tersirat bahwa koperasi menjadi alat bagi rakyat untuk mencapai kepentingannya dibidang ekonomi.

Melalui simpanan pokok dan simpanan sukarela, sebenarnya setiap anggota yang memenuhi syarat keanggotaan telah menanamkan "investasi" dalam sebuah usaha ekonomi.

Bahkan tidak berlebihan jika koperasi masyarakat diberi kesempatan untuk lebih leluasa bergerak dalam sektor2 tertentu, agar keberadaannya semakin kokoh dan kemanfaatannya semakin besar.

Tak terasa pada tanggal 12 Juli ini, 70 tahun sudah usia Koperasi di Indonesia, plus minus perkoperasian sudahpun kita saksikan bersama.

Terpulang kepada seluruh elemen bangsa ini untuk memaknai amanat pendiri bangsa dalam hal ekonomi kerakyatan melalui gerakan koperasi.

Kenyataan bahwa pada akhir tahun 2015 dimana dalam rilis Internasional Corporation Assosiation (ICA) tentang 200 koperasi terbaik di dunia ternyata tidak satupun berasal dari Indonesia, semoga mengetuk hati kita semua bahwa "baju kita telah dipakai orang".

Bahwa Koperasi yang kita canangkan sejak 70 tahun yang lalu ternyata telah diadopsi oleh banyak negara lain dengan pemaknaan yang "smart" dan terbukti telah memberikan kemanfaatan yang signifikan terhadap perekonomian mereka.

Dengan pemaknaan yang tepat dan implementasi yang "smart" maka koperasi akan benar benar menjadi wadah smart ekonomi menuju Kesejahteraan rakyat, insya Allah. (*)

Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help