TribunPekanbaru/

Kuasa Hukum Pemohon‎ Hadirkan Dua Saksi Ahli

Pengajuan praperadilan diajukan juga setelah kuasa hukum melihat adanya MoU dengan Kementerian BPN.

Kuasa Hukum Pemohon‎ Hadirkan Dua Saksi Ahli
TribunPekanbaru/Donny Putra

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Donny Putra

TRIBUNPEKANBARU. COM, PASIRPANGARAIAN- Pengadilan Negeri (PN) Pasirpangaraian kembali menggelar sidang lanjutan praperadilan denga‎n pemohon oknum pegawai BPN Rokan Hulu (Rohul) Junaidi Rahim alias Jn (47), Senin (10/7/2017).

Agenda sidang yang dipimpin Hakim Ketua Sunoto SH, MH yang juga Wakil Ketua PN Pasirpangaraian ini adalah mendengar keterangan saksi ahli.

Saksi ahli yang dihadirkan yakni Aslan Noor, Kepala Biro Hukum Kementerian Agraria dan Tata Ruang / BPN dan Erdiansyah selaku dosen Universitas Riau.‎

Aslan Noor mengatakan bahwa OTT dilakukan‎ Tim Saber Pungli Rohul tidak sesuai dengan MoU antara Polri dengan Kementerian BPN yang sudah ditandatangani 7 Maret 2017, dan Juknisnya awal Juli 2017.‎

Penasehat Hukum pemohon‎, ‎Dr HM Yusuf Daeng MSH MHPhD mengungkapkan, perkara praperadilan diajukan atas permintaan keluarga pemohon, setelah oknum pegawai BPN Rohul ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Rohul.

Dirinya mengaku, pengajuan praperadilan diajukan juga setelah kuasa hukum melihat adanya MoU dengan Kementerian BPN.

Menurutnya, ada beberapa tahapan yang perlu dilalui, ada diduga, ada bukti harus digelar bersama.

Hasil gelar perkara, ‎tim menyerahkan‎ apakah ada kualitas pidana atau tidak.

"Kemudian kita melihat, kasus ini adalah OTT namun masuk Pasal Korupsi. Sementara di awal ada lidik, dan pelapor‎ bukan masyarakat biasa, tapi dari pejabat tanah (Notaris) yang diangkat oleh BPN, dan itu ada skenario," katanya.

Lebih lanjut dijelaskanya, berdasarkan fakta persidangan sebelumnya, saat pemeriksaan saksi, bahwa pelapor mengakui saat kejadian ada di TKP.

Yusuf menilai OTT dilakukan Tim Saber Pungli Rohul pada Jumat (9/6/2017) sekitar pukul 14.30 WIB adalah skenario.(*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help