TribunPekanbaru/

Prof Alvi Syahrin Tidak Bisa Hadir, Pendapatnya Hanya Dibacakan JPU

Pendapatnya tentang kasus yang menyebabkan H. Tamrin Basri terdakwa sebanyak 37 lembar hanya dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) secara bergantian.

Prof Alvi Syahrin Tidak Bisa Hadir, Pendapatnya Hanya Dibacakan JPU
TribunPekanbaru/Mayonal Putra
Terdakwa kasus Karhutla PT WSSI Tamrin Basri bersalama¬† dengan PH-nya setelah sidang agenda keterangan saksi ahli, Senin (10/7/2017) di PN Siak Sri Indrapura. 

 
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Sidang lanjutan kasus kebakaran lahan di PT Wana Subur Sawit Indah (WSSI), Senin (10/7/2017) di Pengadilan Negeri (PN) Siak Sri Indrapura tidak dihadiri saksi ahli, Prof. Dr. Alvi Syahrin, ahli hukum pidana/lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU).

Pendapatnya tentang kasus yang menyebabkan H. Tamrin Basri terdakwa sebanyak 37 lembar hanya dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) secara bergantian.

Koordinator JPU Willyansom mengatakan, saksi ahli tidak bisa hadir ke Siak karena dia ada cara di Bali sampai 14 Juli 2017 ini.

"Kami bacakan saja poin-poin penting dari saksi ahli. Karena terkait ada penahanan," kata dia.

Ia menyambung,  keterangan ahli diperlukan untuk memperterang perkara yang sedang diperiksa.

Setelah JPU selesai membacakan poin dari keterangan ahli, majlis hakim yang diketuai Lia Yuwannita, didampingi 2 hakim anggota yakni Sello Tantular dan Binsar Samosir meminta tanggapan kepada terdakwa Thamrin.

"Bagaimana tanggapan saudara tentang pendapat ahli yang dibacakan tadi?," tanya Lia Yuwannita.

Sebelum dijawab terdakwa Thamrin, ketua PH terdakwa, Aswin Siregar menyampaikan catatan terhadap pembacaan pendapat ahli tersebut.

"Poin 15 huruf D, E, F dan G pendapat ahli, dalam bentuk pertanggungjawaban, itu tidak diketahui siapa yang dimaksudkan dengan "saya". Ini mohon dicatat," kata dia.

Menurut dia, pendapat ahli yang dibacakan oleh JPU tanpa dihadiri oleh ahlinya sah-sah saja. Namun, sulit menghubungkan pendapatnya dengan faktual perkara, sehingga banyak pertanyaan yang muncul tidak dapat diajukan.

Sementara terdakwa sendiri tidak mengerti tentang pendapat ahli yang dibacakan JPU. Saat ditanya hakim, terdakwa mengaku sama sekali tidak mengerti.

"Saya tidak tahu dan tidak memgerti yang mulia," kata dia.

Sementara sidang berikutnya diagendakan Kamis mendatang, dengan agenda masih keterangan saksi ahli.(*)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help