TribunPekanbaru/

Hary Tanoe Lawan Bareskrim, Putusan Kasus Budi Gunawan Jadi Contoh Barang

"Ada kasus mobile 8 dua perkara, kemudian ada kasus Pak Budi Gunawan, ada Hadi Purnomo. Itu kan penetapan

Hary Tanoe Lawan Bareskrim, Putusan Kasus Budi Gunawan Jadi Contoh Barang
Tribunnews.com/Dany Permana
Hakim Sarpin Rizaldi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tim kuasa hukum Hary Tanoesoedibjo yang dikepalai oleh Munathsir mempunyai cara unik dalam upaya membatalkan penetapan tersangka terhadap kliennya pada persidangan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kuasa hukum CEO MNC Group tersebut malah menggunakan putusan praperadilan Komjen (kini Jenderal) Budi Gunawan terhadap KPK yang diputus 2015 silam.

Cara ini digunakan kubu Hary Tanoe justru untuk melawan penetapan tersangka dari Bareskrim Polri, institusi asal Budi Gunawan.

Seperti diketahui saat itu hakim tunggal, Sarpin Rizaldi, memutuskan bahwa penetapan tersangka KPK terhadap Budi Gunawan atas kasus kepemilikan rekening mencurigakan.

"Ada kasus mobile 8 dua perkara, kemudian ada kasus Pak Budi Gunawan, ada Hadi Purnomo.  Itu kan penetapan tersangka semua yang jadi kewenangan dari pengadilan," ujar Munathsir kepada Tribunnews.com di PN Jaksel, Ampera, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017).

Putusan praperadilan tersebut merupakan  satu diantara 88 bukti yang diajukan tim kuasa hukum Hary Tanoe pada sidang kedua hari ini.

"Kemudian standar prosedur untuk penanganan laporan yang ada di beberapa Polda itu kami sampaikan semua, kemudian ada beberapa UU seperti ITE, KUHP dan KUHAP," ujar Munathsir.

Seperti diketahui, Hary Tanoe mempraperadilankan penetapan dirinya sebagai tersangka atas kasus ancaman melalui SMS kepada jaksa Yulianto sebagaimana Pasal 29 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yang dilakukan Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri. (*)

Berita ini telah terbit di Tribunnews.com dengan judul Pengacara Pakai Putusan Praperadilan Komjen Budi Gunawan Sebagai Alat Bukti

Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help