TribunPekanbaru/

Katanya Menghemat, DPRD Kampar Malah Rehab Ruang Paripurna dan Ganti Sound System

Tahun 2017 ini, DPRD Kampar akan merehab Ruang Paripurna. Proyek ini menyedot anggaran sebesar Rp. 1,5 miliar.

Katanya Menghemat, DPRD Kampar Malah Rehab Ruang Paripurna dan Ganti Sound System
TribunPekanbaru/Nando
Ruan Rapat Paripurna DPRD Kampar 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nando

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - DPRD Kampar tidak mencerminkan keadaan ril keuangan daerah. Satu sisi penghematan di semua bidang dilakukan. Namun di DPRD malah ada proyek dengan anggaran lumayan mencolok.

Tahun 2017 ini, DPRD Kampar akan merehab Ruang Paripurna. Proyek ini menyedot anggaran sebesar Rp. 1,5 miliar. Selain itu, ada juga pengadaan Sound System di Ruang Paripurna dengan anggaran sebesar Rp. 980 juta.

Berdasarkan hasil pantauan, Ruang Paripurna masih terlihat bagus. Tak ada kerusakan berarti. Bahkan masih seperti saat selesai dibangun. Gedung ini belum berusia 10 tahun sejak selesai dibangun 2008 silam.

Sedangkan sound system pun masih dalam keadaan baik. Suara yang keluar dari sistem pengeras di Ruang Paripurna masih terdengar jelas. Selama ada agenda wakil rakyat di Ruang Paripurna, tak pernah terjadi kerusakan sound system yang mengganggu jalannya acara.

Wakil Ketua DPRD Kampar, Sahidin membenarkan proyek rehab Ruang Paripurna. Namun ia enggan berkomentar saat ditanya semendesak apakah proyek harus dilaksanakan tahun ini. "Untuk lebih jelasnya, tanya (Dinas) PU (Pekerjaan Umum). Karna dia pelaksanaannya," ungkapnya, Selasa (11/7/2017) sore.

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Kampar, Ramlah juga membenarkannya. Ia menyebutkan, ruang paripurna akan diperlebar dari ukuran saat ini. Namun ia enggan memberi keterangan lebih jauh tentang proyek tersebut. "Langsung aja tanya ‎ke anggota," katanya menghindar. ‎Ia tidak menjawab saat ditanya apakah proyek itu atas usulan anggota dewan atau sekretariat dewan.

Jika benar diperlebar, ruang paripurna sepertinya masih cukup luas. Bentuknya yang membundar masih dapat menampung undangan Rapat Paripurna. Bangku untuk undangan di dalam ruangan itu bahkan selalu banyak yang kosong setiap Paripurna.

Ruangan menjadi padat hanya saat Paripurna Istimewa. Misalnya, Peringatan HUT Kampar dan Pelantikan yang dihadiri bukan hanya unsur Organisasi Perangkat Daerah. Melainkan juga beberapa lembaga non-pemerintah. (*)

Penulis: nando
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help