TribunPekanbaru/

Perubahan Pada APBD Kampar 2017 Tak Signifikan

Penyusunan APBD Perubahan 2017 tidak akan terlalu memakan energi terlalu banyak.

Perubahan Pada APBD Kampar 2017 Tak Signifikan
rri.co.id
ilustrasi apbd 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Pemerintah Kabupaten Kampar lebih fokus menyusun APBD Murni 2018. Ini dikarenakan penyusunan APBD Perubahan 2017 tidak akan terlalu memakan energi terlalu banyak.

Kepala Bappeda Kampar, Azwan mengungkapkan, perubahan pada APBD 2017 tidak begitu signifikan. Menurut dia, pembahasan APBD-P lebih banyak untuk membukukan pendapatan yang bersumber dari daerah.

"Ada penambahan, tapi nggak banyak," kata Azwan, Selasa (11/7/2017). Besar pendapatan untuk dimasukkan ke APBD-P masih menunggu laporan dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Menurut Azwan, penambahan APBD juga bersumber dari dana bantuan bencana dari Pemerintah Provinsi Riau. Besar bantuan ini sekitar Rp. 14 miliar.

Di samping itu, berdasarkan informasi yang diterima, APBD-P juga untuk menyesuaikan kebijakan-kebijakan keuangan dari Pemerintah Pusat. Dimana, ada mata anggaran yang nomenklaturnya disatukan. Sehingga baru dapat digunakan apabila APBD-P telah disahkan.

Seperti diketahui, APBD Murni 2017 sebesar Rp. 2,072 triliun lebih. Terdiri dari Belanja Langsung sebesar Rp. 774,163 miliar dan Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 1,346 triliun. ‎Pada Belanja Tidak Langsung paling banyak disedot untuk Belanja Pegawai sebesar Rp. 986,265 miliar.‎

SUBSCRIBE Youtube: Tribun Pekanbaru,

LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru,

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru.

Penulis: nando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help