TribunPekanbaru/

Warga Pelalawan Diminta Waspada, Cuaca Ekstrim Masih Berlangsung Beberapa Hari Kedepan

Ketika kemarau melanda panas terik sangat terasa, tetapi tiba-tiba terjadi angin kenang dan hujan lebat,

Warga Pelalawan Diminta Waspada, Cuaca Ekstrim Masih Berlangsung Beberapa Hari Kedepan
TribunPekanbaru/Theo Rizky
Seorang warga menggunakan payung agar terhindar dari sengatan matahari yang terik ketika melewati Jembatan Siak III Pekanbaru, Jumat (15/1/2016). Meski akhir-akhir ini Kota Pekanbaru dilanda panas, namun suhu udara masih belum menyentuh level ekstrim. Cuaca panas yang dirasakan saat ini dikarenakan peralihan musim hujan ke musim kemarau. Sedangkan posisi matahari yang kini dekat dengan titik equator atau garis katulistiwa menyebabkan musim hujan yang sekarang terjadi di Provinsi Riau menjadi tidak merata atau bersifat lokal. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com: Johannes 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Pelalawan meminta warga tetap waspada terhadap cuaca ekstrim seperti yang terjadi satu pekan terakhir. Kondisi itu akan tetap terjadi hingga beberapa hari kedepan.

Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio, kepada tribun menyebutkan cuaca ekstrim saat ini perlu diantisipasi warga. Sebab ketika kemarau melanda panas terik sangat terasa, tetapi tiba-tiba terjadi angin kenang dan hujan lebat, seakan tidak bisa diprediksi. Jika melihat prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimitologi dan Geofisika (BMKG), semestinya musim kemarau panjang dimulai Bulan Mei lalu.

"Tapi namanya prakiraan yah seperti inilah adanya. Makanya kita tetap waspada apakah panas terik menyengat pada siang hari dan tiba-tiba saja hujan turun," ungkap Hadi Penandio, Selasa (11/7).

Pihaknya mengimbau masyarakat yang ingin beraktivitas di luar rumah mempersiapkan diri terhadap kondisi cuaca yang tidak terprediksi itu. Disisi lain, titik panas atau hotspot sering terpantau di wilayah Pelalawan meskipun hujan selalu turun. Hanya saja tingkat confidancenya berada dibawah 70 persen atau belum menjadi titik api.

"Seperti hari ini informasinya ada satu hotspot di Kecamatan Teluk Meranti, saat dicek ternyata tidak ada titik api," tambahnya.

Dikatakannya, Bupati Pelalaan HM Harris selalu mengintruksikan kepada pihakanya serta instansi terkait untuk siaga terhadap bencana alam Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) yang bisa terjadi kapan saja. Apalagi melihat pantauan hotspot yang sering terlihat di Pelalawan, pada umumnya di areal terbuka baik kawasan hutan maupun hutan tanaman industri.(*)

Penulis: johanes
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help