TribunPekanbaru/

Hindari Calo dan Bentrok, Camat Minas Bentuk Tim Pendamping Tenaga Kerja

Tugas tim ini juga memastikan proses perekrutan tenaga kerja berjalan terbuka dan dibuat seleksi penerimaan karyawan secara transparan.

Hindari Calo dan Bentrok, Camat Minas Bentuk Tim Pendamping Tenaga Kerja
TribunPekanbaru/Mayonal Putra
Camat Minas Hendra dan jajaran, ketua komisi IV DPRD Siak Ismail Amir dan wakilnya Agusyiawarman, tim pendamping tenaga kerja Minas, dan calon pekerja PT CSA, Selasa (11/7/2017). 

 
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Camat Minas Hendra Adi Nugraha mengatakan, ada masyarakat yang melamar pekerjaan melalui calo. Sehingga sering terjadi kecemburuan sosial di tengah masyarakat, karena yang lulus bekerja di perusahaan hanyalah orang yang mampu membayar calo.

"Untuk menghindari korban dan bentrok warga yang melamar pekerjaan ke perusahaan-perusahaan itu,  diimbau agar tidak mendaftar melalui calo tenaga kerja. Karena calo mengaku bisa memasukkan kerja pada perusahaan tertentu," kata dia, Rabu (12/7/2017).

Ia menjelaskan, sering terjadi kecemburuan sosial di tengah masyarakat. Sebab orang  mempunyai dana dan membayar kepada calo bisa masuk kerja. Padahal orang yang belum bekerja masih termasuk kategori kurang mampu.

"Jadi, sekarang jangan dibebankan lagi untuk membayar agar bisa masuk kerja. Tidak jarang juga ada yang sudah membayar cuma dapat janji saja dari oknum atau calo tersebut," kata dia.

Untuk mengantisipasi hal tersebut unsur Pimpinan Kecamatan, seperti Camat, Kapolsek dan Danramil bersama tokoh masyarakat Minas membentuk tim pendamping tenaga kerja.  Salah satu tujuan pokoknya untuk mengawasi setiap perusahaan yang membuka usaha di Minas, agar memberdayakan masyarakat Minas.

Hal itu sesuai dengan Perda Siak nomor 11 tahun 2009 yang mengamanatkan perimbangan 50 persen menggunakan tenaga kerja lokal.

Tugas tim ini juga memastikan proses perekrutan tenaga kerja berjalan terbuka dan dibuat seleksi penerimaan karyawan secara transparan.

Tim ini juga tidak dibenarkan memberikan rekomendasi usulan nama seseorang agar masuk kerja di perusahaan tertentu, untuk menghindari penyalahgunaan wewenang.

Hasil seleksi yang telah dibuat perusahaan, diberikan kewenangan penuh untuk perusahaan yang bersangkutan. 

"Untuk memutuskan siapa orang  yang lulus sesuai dengan kualifakasi yang dibutuhkan perusahaan.
Semoga hal- hal yang telah dibuat dan diupayakan tersebut bisa membantu dan mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat dan meningkatkan kesejahtetaan masyarakat," kata dia.

Ia juga memiminta setiap perusahaan yang beroperasi di Ninas agar melengkapi segala perizinan. Sedangkan untuk membuka lowongan pekerjaan agar berkoordinasi terlebih dahulu dengan Upika Minas.

"Perusahaan juga tidak boleh menggunakan oknum atau calo atau orang tertentu yang mengaku bisa mengamankan situasi untuk mencegah terjadi konflik warga," kata dia.(*)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help