TribunPekanbaru/

Musyawarah Polres Kampar dengan Keluarga Andri, Laporan Pidana Akan Dicabut

Pernyataan dari pihak keluarga ini disepakati dalam pertemuan antara Kepolisian Resor Kampar dengan keluarga Andri.

Musyawarah Polres Kampar dengan Keluarga Andri, Laporan Pidana Akan Dicabut
TRIBUNPEKANBARU.COM/FERNANDO SIHOMBING
Pertemuan antara Kepolisian Resor Kampar dengan keluarga Andri yang digelar di rumah salah satu keluarga Andri, Siti Khadijah, Jalan Muara Takus, Bangkinang, Selasa (11/7/2017) malam lewat pukul 20.00 WIB. Andri Fahmil Irawan merupakan tersangka yang meninggal dalam masa penahanan 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Keluarga Almarhum Andri Fahmil Irawan, tersangka yang meninggal dalam masa penahanan, bersedia tidak lagi menuntut anggota Kepolisian Resor Kampar secara pidana. Laporan kasus dugaan penganiayaan yang dibuat pada Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Riau akan dicabut.

Pernyataan dari pihak keluarga ini disepakati dalam pertemuan antara Kepolisian Resor Kampar dengan keluarga Andri. Pertemuan digelar di rumah salah satu keluarga Andri, Siti Khadijah, Jalan Muara Takus, Bangkinang, Selasa (11/7/2017) malam lewat pukul 20.00 WIB.

Kepala Polres Kampar, AKBP. Deni Okvianto hadir bersama Wakil Kapolres, Kompol. Basa Emden Banjarnahor. Mereka didampingi oleh Kepala Satuan Intelkam, AKP. Edi Junaidi, Kepala Satuan Sabhara, AKP. Hermawan dan Paur Humas, Iptu. Deni Yusra.

Sedangkan perwakilan keluarga, ada Ketua DPRD Kampar, Ahmad Fikri. Selain itu Yusri Datuk Bandaro Mudo dan Datuk Lukman dari unsur tokoh adat yang memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga. Keluarga lain yang hadir antara lain, Jurnalis, Kamaruddin, Tarmizi, Diana, Azmi, Fadli dan lainnya.

Keluarga meminta agar dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik kepolisian yang dilaporkan ke Propam tetap dilanjutkan sampai tuntas. Meski tuntutan pidana rencananya tidak akan dilanjutkan. Kesepakatan ini dituangkan dalam perjanjian tertulis antara keluarga dengan Polres Kampar.

Pertemuan diawali dengan penyampaian maaf kepada keluarga besar almarhum dari Kapolres Deni. Ia mengatakan, dugaan pelanggaran yang dilakukan anggotanya sedang dalam proses penyidikan. "Tetap diproses sesuai aturan agar memenuhi rasa keadilan bagi semua pihak," katanya.

Menurut dia, wafatnya almarhum benar-benar menjadi pembalajaran bagi institusi yang dipimpinnya. Ia berharap, peristiwa ini tidak memutus tali silaturahmi.‎

Pada pertemuan itu, pihak keluarga bergantian menyampaikan telah ikhlas dan dapat menerima kepergian Andri untuk selamanya. Namun anggota Polres Kampar yang diduga melakukan pelanggaran harus diproses sesuai aturan berlaku.

Datuk Yusri menyampaikan terima kasih kepada Kapolres atas kedatangannya menemui keluarga. Pertemuan itu merupakan bentuk musyawarah untuk mencari solusi dari permasalahan yang belakangan hangat diperbincangkan.

Halaman
12
Penulis: nando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help