TribunPekanbaru/

Panji Pertanyakan Seleksi Atlet Silat O2SN SMK yang Tidak Transparan

Kekecewaannya pun ditumpahkan melalui akun media sosialnya di Facebook dengan akun yang sama pada 11 Juli 2017 lalu.

Panji Pertanyakan Seleksi Atlet Silat O2SN SMK yang Tidak Transparan
TRIBUNPEKANBARU.COM/THEO RIZKY
ILUSTRASI - Aksi bela diri karate dan drumband dari siswa SMPN 20 Pekanbaru ikut memeriahkan pembukaan olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) di Halaman Kantor Walikota Pekanbaru, Jumat (7/4/2017). Kompetisi untuk mencari bibit unggul dalam dunia olahraga tersebut dibuka langsung oleh Pj Walikota Pekanbaru, Edwar Sanger. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syahrul Ramadhan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Panji Sumirat (44) sedih, anak gadisnya bernama Putri Harum Kesuma (17) tak terpilih menjadi atlet pencak silat di ajak Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMK di Riau yang tutup pada Rabu (12/7/2017).

Anak gadisnya bernama Panji Harum Kesuma (17) bersekolah di SMK Migas Bumi Melayu Riau (BMR) tak bisa ikut dalam O2SN sebagai atlet pencak silat tanpa alasan yang jelas.

Kekecewaannya pun ditumpahkan melalui akun media sosialnya di Facebook dengan akun yang sama pada 11 Juli 2017 lalu.

Dalam status berjulul 'Perihal Surat Terbuka' itu ia menyampaikan kekecewaannya pada Gubri Arsyadjuliandi Rachman.

Panji mempertanyakan dasar SMK tempat anaknya tak bisa mengikuti seleksi atlet pencak silat beberapa waktu lalu di Pekanbaru.

Padahal, anaknya tersebut dikenal di dunia pencak silat Riau sebagai atlet muda berprestasi. "Anak saya berturut-turut sejak 2014 menjuarai iven-iven pencak silat. Baik di Riau, maupun di daerah lain," kata Panji ketika dijumpai pada Rabu (12/7/2017).

Ia menjelaskan, seleksi atlet pencak silat dilakukan oleh panitia seleksi dilakukan secara tertutup dan tidak transparan sama sekali.

"Saya sudah bicarakan hal ini dengan pihak kepala sekolah SMK BMR. Namun, tetap tidak menemui jalan keluar," ungkap Panji.

Panji juga menyayangkan, ketika dirinya bertanya pada panitia O2SN, bahwa anaknya tak terpilih sebagai atlet pencak silat karena alasan yang menurutnya tak masuk akal.

"Pada saat saya bertanya, mereka mengatakan, bahwa pihak Komite Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMK Kota Pekanbaru sudah memilih sendiri atlet yang akan diturunkan tanpa melalui seleksi," paparnya.

Hal ini dibenarkan oleh pihak Kepala Sekolah SMK Migas BMR Winda Octafia. Ketika dihubungi via jaringan selular ia mengatakan, siswanya tersebut memang memiliki catatan prestasi di bidang pencak silat.

"Sebagai guru, tentu kami kecewa ketika anak (siswa, red) kami yang berprestasi tidak diikutkan dalam ajang O2SN. Saya sendiri sudah berusaha memperjuangkan secara maksimal, namun tak mendapatkan jalan keluar," ujar Winda.

Disampaikannya juga, bahwa dirinya sudah mengusahakan agar anak didiknya itu dapat peluang untuk mengikuti ajang O2SN.

"Tapi mau gimana lagi, memang tak bisa," tandasnya. (*)

Penulis: Syahrul
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help