TribunPekanbaru/

Ratusan Bangunan di Rimbo Panjang Dibongkar

Ratusan bangunan di pinggiran Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang, perbatasan Pekanbaru dengan Kampar ditertibkan, Kamis (13/7/2017).

Ratusan Bangunan di Rimbo Panjang Dibongkar
Tribun Pekanbaru/Fernando Sihombing
Ratusan bangunan di pinggiran Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang, perbatasan Pekanbaru dengan Kampar ditertibkan, Kamis (13/7/2017). 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Ratusan bangunan di pinggiran Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang, perbatasan Pekanbaru dengan Kampar ditertibkan, Kamis (13/7/2017). Ratusan personil gabungan dari berbagai instansi dikerahkan melakukan pembongkaran.

Penertiban dilakukan sampai Danau Bingkuang. Kebanyakan bangunan di sekitar jalan adalah tempat berdagang. Seperti Kelontong, Nenas dan jenis lainnya. Ada juga bentuk usaha seperti bengkel kendaraan. Bangunan-bangunan itu tidak permanen. Justru layaknya pondok kayu.

Pantauan di lokasi, operasi berjalan aman. Tak ada perlawanan yang berarti dari warga. Seorang ibu sempat memprotes petugas. Ia keberatan bongkaran tempat usahanya diamankan dan dimuat ke dalam truk milik Dinas Lingkungan Hidup.

Umumnya warga melakukan pembongkaran sendiri begitu melihat petugas berseragam tiba di lokasi. "Dari pada dibongkar (petugas), rusak nanti, bang. Lebih bagus bongkar sendiri," ujar seorang pedagang di kawasan itu. Ia ikut dengan warga lain yang sudah membongkar tempat usahanya lebih dahulu.

Operasi penertiban dikomandoi oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kampar. Kepala Satpol PP Kampar, M. Jamil mengungkapkan, pihaknya mengerahkan tiga pleton atau 90 personil. Dibantu dari Dinas Perhubungan 11 personil, Dinasi Lingkungan Hidup 6 personil, Kepolisian Resor Kampar 11 personil, Batalyon Infanteri 132/Bima Sakti 6 personil dan Komando Distrik Militer 0313/KPR 4 personil.

Selain personil, satu unit alat berat berupa Buldozer juga diturunkan.‎ "Ini hanya penertiban. Nggak ada relokasi," ungkap Jamil. Ia mengatakan, lapak yang ditertibkan tak mengantongi izin dan melanggar Peraturan Daerah.

"Kita punya Perda. Bangunan harus (berjarak) 23 meter dari as jalan," tandas Jamil. Ia belum memastikan sampai kapan operasi itu berlangsung. "Pokoknya sampai selesai. Kalau bisa selesai hari ini," katanya.

Jamil mempersilakan warga yang keberatan ditertibkan menempuh jalur hukum. Ia mengatakan, perlawanan bisa ditempuh melalui pengadilan atau bentuk upaya lain.

SUBSCRIBE Youtube: Tribun Pekanbaru,

LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru,

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru.

Penulis: nando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help