TribunPekanbaru/

Riau Recycle Fashion Festival 2017

Riau Recycle Fashion Festival Edukasi Masyarakat Manfaatkan Limbah

Festival ini akan menampilkan rancangan busana yang terbuat dari sampah daur ulang. Memberipesan kepada masyarakat mengenai menjaga lingkungan.

Riau Recycle Fashion Festival Edukasi Masyarakat Manfaatkan Limbah
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Riau Recycle Fashion Festival 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penyelenggaraan peragaan busana hasil kreasi dari barang-barang bekas, Riau Recycle Fashion Festival (RFF), yang akan digelar 30 Juli 2017, memberi pesan kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan. Terutama bagaimana mengelola sampah dan memanfaatkannya.

Perhelatan yang ditaja Forum Komunikasi Daerah Kompas Gramedia (FKD KG) wilayah Riau, Kepri dan Sumbar bersama Polda Riau dan Pemprov Riau dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara yang ke 71, direncanakan akan diselenggarakan di kawasan car free day (CFD) Jl Gajah Mada dan Jl Diponegoro, Kota Pekanbaru.

Festival ini akan menampilkan rancangan busana yang terbuat dari sampah daur ulang. Memberipesan kepada masyarakat mengenai menjaga lingkungan. Kegiatan ini setidaknya memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk mendaur ulang sampah menjadi produk bermanfat dan bernilai seni.

Demikian diungkapkan oleh Direktur Bina Masyarakat (Binmas) Polda Riau Kombes Pol. Krispramono kepada Tribun, Rabu (12/7/2017) di Mapolda Riau usai menggelar rapat persiapan festival bersama jajaran Polda, Bhayangkari, dan FKD KG.

"Bisa memberikan inovasi, mengenai daur ulang limbah. Minimal mengajak masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Kemudian mengajak masyarakat menjaga kebersihan kota tertib bersih rapi," ungkapnya.

Masyarakat memanfaatkan sampah yang bisa digunakan kembali, mendaur ulang, atau sampai yang tidak harus dibuang sebagai limbah tanpa manfaat. Sampah bisa dibuat karya seni, seperti rancangan busana yang dapat ditampilkan dalam Riau Recycle Fashion Festival .

"Sampah-sampah tidak semua dibuang, sehingga bisa dimanfaatkan, dibuat sebagai produk seni yang bernilai," paparnya.

Inovasi karya dari sampah daur ulang ini juga bernil ekonomi bagi masyarakat yang jeli melihat peluang. Tidak hanya sekadar kegiatan yang digelar satu harian tanpa hasil, Riau Recycle Fashion Festival disebut Krispramono membuka peluang untuk belajar bagi masyarakat dalam menangkap peluang untuk membentuk karya seni sehingga dapat dijual.

"Seperti aksesoris, yang nantinya bisa diperjualbelikan," ucapnya.

Riau Recycle Fashion Festival sendiri menjadi festival peragaan busana kreasi barang-barang bekas pertama yang digelar di Riau. Kegiatan ini juga diharapkan menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Riau.

Halaman
12
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help