TribunPekanbaru/

Disdik Kesulitan Mencari Lokal Menampung 40 Siswa Tak Lolos PPDB

Padahal tahun ajaran baru sudah mulai berjalan selama satu pekan, sedangkan siswa yang tidak lolos itu belum mendapatkan kejelasan sekolah.

Disdik Kesulitan Mencari Lokal Menampung 40 Siswa Tak Lolos PPDB
TRIBUNPEKANBARU.COM/JOHANNES TANJUNG
Wakil Bupati Pelalawan Zardewan MM (batik kuning) didampingi Kepala Dinas Pendidikan Syafrudin (batik hitam) saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di ruangannya terkait polemik PPDB di Pelalawan 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com: Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pelalawan mengaku kesulitan mencari lokal untuk menampung calon siswa yang tidak lulu dalam Penerimaan Peseta Didik Baru (PPDB) 2017. Sebanyak 40 siswa masih menggantung nasibnya hingga kini,

Kepala Disdik Pelalawan, Syafrudin M.Sc, kepada tribun menyatakan polemik PPDB menyisakan 40 siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ditampung dalam satu lokal. Hanya saja Disdik belum bisa mendapatkan ruang kelas yang memadai dipakai untuk belajar bagi siswa baru. Padahal tahun ajaran baru sudah mulai berjalan selama satu pekan, sedangkan siswa yang tidak lolos itu belum mendapatkan kejelasan sekolah.

"Setelah diinventarisir semuanya, tersisa 40 orang lagi. Jadi kita tempatkan ke SMPN 3, namun ruang belajarnya kurang satu kelas. Ini sedang kita carikan solusinya," ungkap Syafrudin.

Pihaknya mencoba meminja satu ruang di gedung kampus Akademo Komunitas Negeri Pelalawan (AKNP). Tapi seluruh ruangan dipakai untuk aktivitas perkuliahan serta laboratorium para mahasiswa. Kecil kemungkinan untuk berbagi ruangan. Disamping itu jaraknya dengan SMPN 3 cukup jauh, menyulitkan sistem belajar mengajar bagi siswa maupun guru.

Alternatif lainnya dengan menyewa gedung Rumah Toko (Ruko) di lokasi yang berdekatan dengan areal sekolah. Dengan tarif Rp 8 juta setiap enam bulan. Hanya saja, anggaran yang akan digunakan untuk menyewa lokal baru itu masih dicari.

"Ada juga alternatif lain. Tapi itu masih dibicarakan lagi. Pastinya seluruh siswa harus sekolah pekan depan," pungkasnya.(*)

Penulis: johanes
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help