TribunPekanbaru/

Selalu Merugi, Azis Beri Sinyal Mereformasi BUMD

Faktor utama penyebab perusahaan daerah selalu merugi, pengelola yang ditempatkan di BUMD tak menjalankan kegiatan bisnis secara profesional.

Selalu Merugi, Azis Beri Sinyal Mereformasi BUMD
TribunPekanbaru/Nando
Bupati Kampar, Azis Zaenal meninjau Taman Rekreasi Stanum Bangkinang, Jumat (14/7/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nando

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Kampar sedang sakit. Bahkan Perusahaan Daerah Kampar Aneka Karya seperti mati suri. Taman Rekreasi Stanum sebagai salah satu unit usaha PD KAK paling disorot.

Bupati Kampar, Azis Zaenal beberapa kali menyinggung Stanum yang kehilangan masa kejayaannya. Terkait persoalan yang melilit Stanum, Azis didampingi beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah meninjau Stanum, Jumat (14/7/2017) siang.

Sebelumnya, Azis mengeluhkan BUMD Kampar yang saban tahun selalu merugi. "Empat BUMD kita, semua merugi. Anggaran daerah terus disuntikkan," ungkapnya, Rabu (12/7) lalu.

Azis menyebutkan faktor utama penyebab perusahaan daerah selalu merugi. Menurut dia, pengelola yang ditempatkan di BUMD tak menjalankan kegiatan bisnis secara profesional.

"Bisnis itu harusnya Management of Objective. Masalahnya kan BUMD kita Management of Closing. Ya, kacau," kata Azis. Ia tidak menjelaskan istilah yang dimaksud. Namun ia tidak menampik jika Management of Closing diartikan dengan pengelolaan oleh manajemen yang hanya didasari falktor kedekatan saja. Bukan manajemen secara objektif menempatkan pengelola berdasarkan kemampuannya atau management of objective.

Dengan kondisi demikian, Azis memberi sinyal akan mereformasi sumber daya manusia pada BUMD. Meski ia tidak menyebutnya secara gamblang. "Ya, kalau itu, saya yakin bisa diartikan sendirilah," ujarnya.

Azis akan memutuskan kebijakan yang dia ambil terhadap nasib BUMD setelah kajian mendalam. Ia telah mengintruksikan tim yang dipimpin Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Nurbit untuk melakukan kajian.

"Kita lihat nanti. Saya sudah perintahkan supaya dianalisa dan dikaji dulu," tandas Azis. Ia menyebutkan, tim diberi waktu dua pekan untuk menyusun hasil kajian dan dilaporkan kepadanya. (*)‎

Penulis: nando
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help