TribunPekanbaru/

Perceraian Tinggi, DPRD Kampar Diskusi dengan Muslimat NU

Bapemperda diterima oleh unsur pengurus Muslimat NU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (15/7/2017) siang.

Perceraian Tinggi, DPRD Kampar Diskusi dengan Muslimat NU
Istimewa
Rombongan DPRD Kampar foto bersama Muslimat NU DKI Jakarta di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (15/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Kasus perceraian menjadi perhatian kalangan DPRD. Bahkan sedang merancang payung hukum penangkal keretakan keluarga atau berbentuk Peraturan Daerah tentang Ketahanan Keluarga.

Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kampar menjadikan Muslimat Nahdatul Ulama DKI Jakarta sebagai salah satu referensi Perda ini. Bapemperda diterima oleh unsur pengurus Muslimat NU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (15/7/2017) siang.

Rombongan dipimpin Ketua DPRD Kampar, Ahmad Fikri. Koleganya yang ikut mendampingi antara lain, Syahrial Abdi, Dwi Hadi, Agus Candra, Sri Wahyuni Setianingsih, Reni Santi dan Sekretaris DPRD Kampar, Ramlah.

Dwi Hadi menjelaskan tujuan kunjungan itu. Menurut dia, pihaknya ingin mendapat referensi tentang kiat Muslimat NU dalam membentengi keluarga. "Kami ingin masukan dari Muslimat NU. Bagaimana agar keluarga seperti tujuannya yaitu, menjadi sakinah mawadah warahmah," ungkapnya.

Dwi Hadi mengungkapkan, angka perceraian di Kampar sangat tinggi. Maka diperlukan Perda tentang Ketahanan Keluarga seperti yang telah terbentuk di beberapa daerah. Seperti Jawa Barat dan Gorontalo.

‎Ketua Muslimat NU DKI Jakarta, Hisbiyah Rochim yang hadir menerima kunjungan DPRD Kampar, memaparkan sejumlah program. Menurut dia, beberapa kegiatan yang dilaksanakan bertujuan mengharmonisasi keluarga-keluarga di Jakarta.

Hisbiyah menyebutkan, Muslimat NU Jakarta bekerja sama dengan Majelis Taklim Annisa dalam bidang Dakwah. Majelis Taklim ini telah membentuk lebih dari 5.000 cabang. "Mempertahankan keluarga sangat penting dengan pendekatan di Majelis Taklim," jelasnya seperti dikutip dari NU.

Terkait Perda, Hisbiyah menyarankan agar materinya diisi dengan fungsi dan tugas orang tua. Dijelaskan dia, orang tua menjadi contoh. "Jadi harus ada pasal tentang tugas orang tua," tandasnya.

Selain itu, Hisbiyah menambahkan, perlunya pengetahuan agama terhadap anak. Menurut dia, orang tua harus memantau pendidikan anak di luar rumah. Kemudian mengikuti perkembangan anak baik di sekolah dan lingkungan tempat tinggal.

"Anak berteman dengan siapa saja di luar? Pergaulannya seperti apa? Keluarga harus tau," kata Hisbiyah. Menurut dia, Muslimat NU Jakarta memiliki beberapa bidang. Di antaranya, organisasi, Pendidikan, Dakwah, Ekonomi, Sosial dan Hukum. Menyangkut ketahanan keluarga, beberapa bidang menggelar kegiatan bersama. (*/NU)‎.

SUBSCRIBE Youtube: Tribun Pekanbaru,

LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru,

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru.

Penulis: nando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help