TribunPekanbaru/

10 Mahasiswa Thailand Belajar Budaya Melayu di Unilak

Selama sepuluh hari mereka akan belajar di Fakultas Ilmu Budaya Unilak dan akan mempelajari berbagai budaya Melayu di Unilak.

10 Mahasiswa Thailand Belajar Budaya Melayu di Unilak
Foto/Istimewa
Foto bersama Rektor Unilak Dr. Hj. Hasnati SH., MH dan 10 mahasiswa dari Songkla University, Thailand di aula Gedung Rektorat lantai tiga Unilak, Senin (17/7/2017). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Suasana hangat dan akrab terlihat jelas saat Rektor Unilak Dr. Hj. Hasnati SH., MH menyambut 10 mahasiswa dari Songkla University, Thailand di aula Gedung Rektorat lantai tiga Unilak, Senin (17/7/2017).

Selain Rektor, hadir Juga Wakil Rektor I Dr Junaidi.S.M.Hum, Wakil Rektor II Ermina Sari. STP., M.Sc, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Hermansyah, SS., MA serta Wakil Dekan dan para dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unilak.

10 mahasiswa dari Songkla University terdiri dari 4 mahasiswa dan 6 mahasiswi dengan jurusan Pengajaran Budaya Melayu di Songkla University, Thailand. Selama sepuluh hari mereka akan belajar di Fakultas Ilmu Budaya Unilak dan akan mempelajari berbagai budaya Melayu di Unilak.

"Selamat datang di Unilak mudah-mudahan saja adik-adik yang selama sepuluh hari kedepan betah dan dapat menuntut ilmu," kata Hasnati.

Wakil Rektor I Dr. Junaidi.M.Hum mengatakan, selama 10 hari mahasiswa Songkla datang ke Unilak untuk mempelajari lebih dekat aspek-aspek kebudayaan Melayu Riau khususnya, baik tradisi, musik, seni sastra dan lain lain.

"Selama di Riau, mereka akan kita bawa mengunjungi berbagai situs budaya melayu seperti Istana Siak, Candi Muara Takus dan berjumpa dengan tokoh-tokoh Melayu Riau," ungkapnya.

Ibrahim, mahasiswa Songkla University, mengatakan ia baru pertama kali ke Unilak dan mengucapkan terimakasih sudah memberikan kesempatan kepada mahasiswa Songkla untuk menimba ilmu budaya Melayu di Fakultas Ilmu Budaya.

"Ini menjadi pengalaman dalam hal budaya, pendidikan dan bahasa di Unilak," jelasnya.

Ibrahim mengatakan di Pattani sendiri banyak orang melayu,dan kami dengar di Indonesia juga banyak melayu. (rls)

Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help