TribunPekanbaru/

Cerita Dibalik PPDB di Pelalawan, Dari Sulitnya Mencari Lokal Hingga Orangtua Tertipu Rp 5 Juta

Sempat berkembang wacana meminjam satu ruangan mess Pemda Pelalawan di Jalan Lingkar Pemda, yang saat ini diberdayakan oleh SMP PGRI.

Cerita Dibalik PPDB di Pelalawan, Dari Sulitnya Mencari Lokal Hingga Orangtua Tertipu Rp 5 Juta
TribunPekanbaru/Johanes
peninjauan lokal di SMPN 3 Pelalawan dan AKNP Pelalawan oleh Dinas Pendidikan beserta Bupati pelalawan HM Harris Jumat (14/7) pekan lalu. 

Pasalnya ada dua dari enam ruangan yang dipakai untuk kepentingan belajar bagi siswa yang non muslim.

Seluruh murid non muslim di SD yang ada di Pengkalan Kerinci mengikuti pelajaran agama di dua lokal tersebut dengan jadwal yang sudah ditetapkan setiap hari.

"Jadi solusi terakhi, dua lokal untuk siswa non muslim itu dipakai murid SMPN 3. Sedangka siswa belajar agama non muslim dilakukan di sekolah masing-masing. Saya sudah tekankan seluruh kepsek agar menaati keputusan itu," tandasnya.

Cerita lain dibalik PPDB 2017 ini yakni adanya orangtua siswa yang menjadi korban penipuan.

Hal itu diungkapkan Kepsek SMPN 1 Pangkalan Kerinci, Abu Tohir.

Setelah pengumuman PPDB tiga pekan lalu, salah satu orangtua siswa mendatangi kantor kepsek untuk mempertanyakan alasan sekolah tidak meluluskan anaknya.

Padahal ia telah mengeluarkan sejumlah uang agar anaknya diterima di SMP itu.

"Ibu itu datang nangis-nangis dan nanya kok anaknya tak lulus. Padahal ia sudah ngasih uang sebesar Rp 5 juta. Kamipun terkejut tidak ada yang main uang dan memang nilai anaknya tidak mencukupi," jelas Abu Tohir.

Peninjauan lokal di SMPN 3 Pelalawan dan AKNP Pelalawan oleh Dinas Pendidikan beserta Bupati pelalawan HM Harris Jumat (14/7) pekan lalu.
Peninjauan lokal di SMPN 3 Pelalawan dan AKNP Pelalawan oleh Dinas Pendidikan beserta Bupati pelalawan HM Harris Jumat (14/7) pekan lalu. (TribunPekanbaru/Johanes)

Menurut pengakuan orangtua siswa tersebut, ia memberikan uang kepada oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berinisial SU. Sebab SU menjamin anaknya bisa lolos dengan syarat memberikan uang pelicin sebesar Rp 5 juta. Dana itu akan dibagi-bagi kepada guru dan kepsek. Ternyata saat pengumuman tetap saja tidak lulus meski uang telah diserahkan.

"Memang dis (SU) ada beberapa kali datang ke sekolah minta anak itu diterima dan diluluskan. Kita tidak mau kalau tak memenuhi syarat," pungkanya.(*)

Penulis: johanes
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help