TribunPekanbaru/

Hary Tanoe Sah Jadi Tersangka

"Mengadili, dalam eksepsi, menolak permohonan eksepsi pemohon. Dalam perkara, menolak permohonan

Hary Tanoe Sah Jadi Tersangka
KOMPAS/RIZA FATHONI
Hary Tanoesoedibjo 

Hary Tanoe dalam permohonan praperadilannya menyampaikan pemberitahuan SPDP dari Bareskrim Polri kepada dirinya telah melebihi batas waktu 7 hari sebagaimana diatur dalam Pasal 109 KUHAP yang telah diuji materi dan diputus oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada 11 Januari 2017.

Cepi mengatakan, dalil keberatan itu ditolak karena Hary Tanoe selama tenggang waktu tidak pernah menyampaikan keberatan kepada pihak Bareskrim polri.

"Hakim berpendapat, apabila tidak ada keberatan disampaikan maka pengadilan anggap bahwa bukan perkara yang subtansial sehingga tidak dimasukkan dalam gugatan praperadilan," ujarnya.

 

Usai sidang, kuasa hukum Harry, Munathsir Mustaman menyatakan pihaknya masih menunggu salinan putusan dari PN Jaksel sebelum memutuskan langkah berikutnya.

Diberitakan, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri telah menetapakan Hary Tanoesoedibjo sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengancaman Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto melalui pesan elektronik SMS.

Dia disangkakn melanggar Pasal 29 UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Jaksa Yulianto meyakini ada tiga pesan SMS dan Whatsapp yang diduga berisi ancaman itu dikirim oleh Hary Tanoe pada 5,7 dan 9 Januari 2016.

Saat itu, jaksa Yulianto tengah memimpin penanganan kasus dugaan korupsi restitusi pajak PT Mobile 8 periode 2007-2008, yang juga turut menyeret Hary Tanoe sebagai saksi karena kapasitasnya pernah menjadi komisaris perusahaan telekomunikasi tersebut.

Berikut ini salah satu petikan pesan yang diklaim telah diterima oleh Yulianto.

"Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan." (*)

Berita ini sudah terbit di Tribunnews.com dengan judul Pengadilan Tolak Praperadilan Hary Tanoe, Penetapan Tersangka Sah

Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help