TribunPekanbaru/

Sosialisasi BLUD, RSUD Siak Sudah Kelola Keuangan Sendiri di Luar APBD

Pengelolaan BLUD secara keuangan terpisah dengan APBD Kabupaten Siak. BLUD itu sudah mengelola keuangan sendiri.

Sosialisasi BLUD, RSUD Siak Sudah Kelola Keuangan Sendiri di Luar APBD
TribunPekanbaru/MayonalPutra
Nama Pj Bupati Pertama Siak Tengku Rafian diabadikan menjadi nama RSUD Siak, Kamis (12/11/2015). 

 
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - RSUD Tengkurafian Siak sudah mengelola keuangan sendiri secara mandiri, di luar APBD Siak. Sebab, RSUD Siak sudah membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). 

Untuk pemantapan pelakasanaan pembentuakan BLUD itu, Senin (17/7/201) dilangsungkan acara sosialisasi implementasi terkait pembentukan BLUD di lingkungan RSUD Siak di kantor bupati Siak.

Asisten Administrasi Umum Setda Siak Jamaluddin membuka secara resmi acara tersebut. Dalam sambutannya, Jamaluddin mengatakan rencana pembentukan BLUD itu sudah sejak 6 tahun lalu. 

Sedangkan hari ini merupakan pendalaman persiapan dalam pelaksanaan pembentukan BLUD di lingkungan RSUD Kabupaten Siak. Hal itu berdasarkan Peraturan Bupati Siak nomor 2 tahun 2014. 

"Meskipun kita telah lama memahamai BLUD ini, namun belum semua kita paham yang berkaitan tentang BLUD ini.  Pada tahun 2017 ini akan diterapkan di 5 kecamatan. Selain itu juga karena kita sedang membangun rumah sakit kelas C di kecamatan Tualang," kata dia. 

Ia menjekaskan, pengelolaan BLUD secara keuangan terpisah dengan APBD Kabupaten Siak. BLUD itu sudah mengelola keuangan sendiri.

"Ini tidak mudah. Karena pengelolaan keuangannya cukub berat dan banyak aturan-aturan yang kita penuhi. Kalau kita tidak memahami aturan keuangan tentu nanti banyak masalah yang akan muncul. Supaya dalam pelaksanaanya tidak terjadi, makanya kita perlu bersama-sama berkomitmen untuk belajar aturan-anturan tentang BLUD ini,” kata dia. 

Sementara itu Direktorat BUMD, BLUD dan Barang Milik Daerah, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementrian Dalam Negri, Wisnu Saputro sebagai tim ahli yang membidani  pembentuan BLUD ini, mengungkapkan BLUD bertujuan demi memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan itu berupa penyediaan barang dan/atau jasa. Bahkan mengutamakan mencari keuntungan dalam melakukan kegiatannya yang didasarkan prinsip efesien dan produkifitas.

“BLUD bukan hanya berada di layanan kesehatan saja, tapi bisa dibentuk seperti pengelolaan sampah dan limbah seperti yang akan di bentuk di Aceh. Kalau di DKI Jakarta semua pelayanan sudah melalui BLUD pelayanan parkir aja di DKI sudah BLUD, semua ya berpotensi sebagai pemaksukan bagi daerah," kata dia. 

BLUD ini juga dibentuk dalam upaya meningkatkan pelayanan publik melalui penerapan manajemen keuangan yang berbasis pada hasil. 

Wisnu juga menyarankan kepada instansi terkait agar melakukan kunjungan ke BLUD yang telah berhasil dalam menjalankan fungsinya. Daerah yang berhasil seperti daerah Jogyakarta serta Puskemas yang ada di Kabupaten Seleman.  (*)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help