TribunPekanbaru/

Mendorong Transformasi Ekonomi, Esensi Kawasan Industri

Dalam konteks inilah keberadaan Kawasan Industri yang berorientasi pada potensi lokal (antara lain Kelapa Sawit dan Karet) menjadi sangat mendesak.

Mendorong Transformasi Ekonomi, Esensi Kawasan Industri
Foto/Istimewa
Ingot Ahmad Hutasuhut, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru 

Oleh: Ingot Ahmad Hutasuhut,
Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru

BANYAK dan berulang kali sudah penjelasan yang telah disampaikan ketika (tak jarang) teman bertanya, memangnya ada apa dengan Kawasan Industri? kok sepertinya ngotot betul untuk merealisasikannya?

Sampai pada suatu ketika bincang ringan dengan beberapa tokoh pemuda pagi tadi tercetus sebuah contoh konkrit yang rasanya akan dengan mudah menjelaskan kenapa Kawasan Industri begitu penting keberadaannya.

Bahwa disadari atau tidak, kenyataannya sejak sekian lama hingga saat ini Petani Sawit dan Petani Karet di Riau masihlah berkutat dengan aktifitas yang berujung pada "menjual Tandan Buah Segar (TBS) dan Ojol".

Sedikit banyaknya, potret ini memberi penjelasan kenapa perekonomian masyarakat belum sepenuhnya bangkit. Padahal musnahnya begitu luas hutan dengan segala dampaknya ketika membuka perkebunan Kelapa Sawit dan Karet itu bukanlah harga yang murah, apalagi dibandingkan dengan kenyataan yang dirasakan hari ini.

Betapa Petani kita selalu berada pada posisi tawar yang sangat lemah dalam menjual hasil pertaniannya.

TBS harus bisa cepat dijual kalau tidak ingin membusuk di tengah kebun, Ojol yang sebenarnya punya nilai ekonomi sangat tinggi pun hanya mampu membuat masyarakat petani sampai tingkat hidup cukup saja.

Mengapa tidak dari dulu kita memulai untuk merubah polanya, dimana Petani Kelapa sawit tidak lagi sebatas menjual TBS nya ke Pabrik, tetapi mereka justru diberdayakan hingga mampu mengolah menjadi bahan turunan dari kelapa sawit itu sendiri.

Demikian pula dengan Petani Karet. bukankah dengan demikian nilai kemanfaatan ekonominya akan lebih besar didapat oleh petani? bukankah nyatanya sejak dulu masyarakat sudah mampu mengolah kelapa menjadi berbagai bahan pemenuhan kebutuhan seperti minyak, gula dan sebagainya?

Pertanyaan-pertanyaan itu biasanya dijawab singkat bahwa kalau semua petani mengolah dulu hasil panennya mau dijual/dipasarkan kemana? atau apa sanggup hasil olahan itu memenuhi standar yang ditetapkan oleh perusahaan penampungnya,? Apalagi industri hilirnya tidak ada di daerah ini.!!

Dalam konteks inilah keberadaan Kawasan Industri yang berorientasi pada potensi lokal (antara lain Kelapa Sawit dan Karet) menjadi sangat mendesak.

Keberadaannya itu akan membawa angin segar dengan terbukanya peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan industri hulu untuk mensuplai kebutuhan industri hilir atau lanjutannya yang ada dikawasan industri. kondisi ini meskipun dalam jangka pendek tidak serta merta merubah derajat ekonomi masyarakat, namun diyakini akan menciptakan peluangusaha yang sangat luas dan pada saat yang sama akan memperkuat posisi tawar masyarakat dalam pemasaran hasil produksinya.

Ketika kita mampu mendisain sebuah kawasan industri yang terharmonisasi dengan potensi daerah yang dimiliki oleh masyarakat, diperkuat dengan penerapan Tekhnologi tepat guna, maka masyarakat akan mengalami sebuah transformasi dalam kehidupan ekonominya.

Tak ada lagi cerita "sekedar" menjual TBS dan Ojol, justru sangat mungkin Petani kita sudah bicara menjual olahan dari hasil panennya, agaknya pada saat itu kita bisa berharap sebuah peningkatan kesejahteraan akan terjadi, insya Allah. (*)

Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help