TribunPekanbaru/

Karena Kebun Sebidang Rusak Ekonomi Sekampung

Dengan kebijakasanaan para pemimpin, tentu persoalan bagi membagi ruang wilayah untuk kegiatan pembagunan dapat dilakukan dengan baik dan adil

Karena Kebun Sebidang Rusak Ekonomi Sekampung
istimewa
Kadisperindag Kota Pekanbaru, Ingot Achmad Hutasuhut 

Penulis: Kadisperindag Kota Pekanbaru, Ingot Achmad Hutasuhut

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - SYAHDAN, sebuah daerah sedang berpolemik tentang memutuskan bagaimana membagi wilayahnya dalam berbagai kepentingan kegiatan masyarakatnya yang punya bermacam keperluan untuk menjalani hidup dan kehidupannya.

Sekelompok kecil orang mampu minta bagian yang sangat besar karena mereka ingin membangun kebun dengan modal yang mereka punya. Sementara disisi lain sejumlah besar warganya ingin pula mendapatkan ruang yang cukup untuk hidup cukup pula.

Sepertinya kelompok orang mampu telah melakukan pendekatan dengan berbagai strategi yang cukup jitu. Hal itu terlihat pada proses penetapannya yang tak kunjung tuntas.

Padahal kalau untuk kepentingan orang banyak, tentu jelas prioritasnya. Misalnya dengan mengakomodir kebutuhan masyarakat yang jumlahnya lebih besar, baru kemudian sisanya diperuntukkan bagi kelompok yang mampu. Sederhana sekali.

Tarik ulur terjadi sedemikian lama, padahal semakin hari masyarakat semakin tertekan kehidupannya akibat aktivitas usaha maupun kegiatan pendukung kehidupan lain menjadi sangat terganggu akibat proses pengambilan keputusan yang berlarut larut.

Para petani ragu-ragu mengolah sawah ladangnya, para pedagang kehilangan omzet karena sepi pembeli akibat kegiatan ekonomi terganggu. Sedihnya pula para pemuka dan tokoh malah saling menyalahkan dan abai terhadap kondisi yang terjadi.

Persoalan bagi membagi ini memang hal yang tidak mudah (walaupun sebenarnya tidak terlalu sulit juga).

Kebijaksanaan yang dimanifestasikan dalam kebijakan adalah solusinya. Kalau bijaksana maka persoalan akan selesai dan masyarakat diuntungkan. Kalau "bijaksini" maka akan terjadi sebaliknya. Gara-gara segelintir orang kaya bisa terganggu orang sekampung.

Sebagai orang Riau, tentu sangat berharap cerita diatas tidak sampai terjadi. Dengan kebijakasanaan para pemimpin, tentu persoalan bagi membagi ruang wilayah untuk kegiatan pembagunan dapat dilakukan dengan baik dan adil, Insya Allah. (*)

Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help