TribunPekanbaru/

Kuliah Kerja Nyata

Warga Desa Sibiruang dan Mahasiswa KKN UR Gelar Rantau Larangan

Kegiatan Rantau Larangan Desa Sibiruang tersebut terbuka untuk umum, baik masyarakat setempat maupun warga luar.

Warga Desa Sibiruang dan Mahasiswa KKN UR Gelar Rantau Larangan
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Zul Indra

TRIBUNPEKANBARU.COM - Masyarakat Desa Sibiruang, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kampar  Bekerjasama dengan mahasiswa KKN Universitas Riau, bakal mengadakan penangkapan ikan besar-besaran di Tepian Balimau, Sungai Kampar, Desa Sibiruang pada Sabtu (29/7/2017) besok. Kegiatan yang bernama Rantau Larangan Desa Sibiruang tersebut terbuka untuk umum, baik masyarakat setempat maupun warga luar.

"Para peserta terbuka untuk umum. Khusus untuk warga luar desa dikenakan karcis sebesar Rp100 ribu. Peserta hanya diperbolehkan menangkap ikan dengan cara jala, tembak dan pukat. Tidak boleh menggunakan tuba maupun sentrum,"ujar Mahasiswa angkatan 2014 Prodi Pendidikan Kimia FKIP UR, Mellisa Zulya Hartini.

Wanita yang masuk dalam kepanitiaan perlengkapan tersebut menjelaskan, Rantau Larangan di Sibiruang itu timbul karena adanya penangkapan ikan yang secara ilegal, seperti tuba (meracun ikan),  nyentrum dan lainnya. Selain itu warga kurang menjaga kebersihan sungai kampar, sehingga pemerintahan dan masyarakat desa berinisiatif untuk melarang menangkap ikan dan menjaga kebersihan sungai dan membuat acara rantau larangan (ikan larangan) per dua tahun. 

"Maka dijagalah Sungai Kampar di daerah Sibiruang itu dari tahun 2015 hingga sekarang. Sabtu besok sudah masuk usia 2 tahun dan merupakan pembukaan Rantau Larangan perdana di desa ini. Kami dari mahasiswa KKN UR 2017 yang mengabdi di Desa Sibiruang ikut serta menjadi panitia penyelenggaraan Rantau Larangan ini,"ungkapnya.

Selaku mahasiswa yang baru ke Desa Sibiruang, Mellisa dan teman-temannya mengaku bangga dengan ditunjuknya mereka sebagai panitia kegiatan rantau larangan. Mereka akan sepenuh hati untuk menjalankan amanah tersebut.

"Alhamdulillah, kami sangat antusias sekaligus merasa bangga termasuk dalam kepanitian yang turut bertanggungjawab untuk menyukseskan acara. Apalagi ini acaranya perdana. Selain itu acara ini juga dapat membantu kami dalam melaksanakan tugas KKN bertema mengangkat kearifan Lokal di daerah yang kami tinggali sekarang,"ungkapnya.

Para mahasiswa UR yang KKN di Desa Sibiruang itu terdiri dari enam orang laki-laki dan sembilan orang perempuan. Berasal dari fakultas dan jurusan yang berbeda.

SUBSCRIBE Youtube: Tribun Pekanbaru,

LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru,

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru.

Penulis: Zul Indra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help