TribunPekanbaru/

Astra StarUp Challenge, Ajang Kompetisi Bisnis Penuh Kasih

Diawali dengan seleksi 1.050 business plan, terpilihlah 50 terbaik dan selunjutnya mengerucutkan menjadi 25 finalis.

Astra StarUp Challenge, Ajang Kompetisi Bisnis Penuh Kasih
Istimewa

Oleh: Shindy Purnamasari-Pemenang Kedua Astra Startup Challenge 2016

PADA umumnya, setiap mengikuti kompetisi apapun itu termasuk bisnis, pasti goalnya MENANG. Trus selama proses kompetisi, hampir semua peserta atau finalis pasti jarang ngobrolin bisnisnya apalagi "rahasia dapurnya." Intinya semua adalah lawan. Kalau sudah gini, tiada lain tiada bukan pasti yang didapat adalah capek dan kecewa saat kalah.

Nah, berbeda cerita jika kompetisi yang diikuti berkonsep pembinaan. Dimana tujuannya bukan sekedar mencari pemenang, tapi lebih ke arah mencetak "pemenang." Tidak hanya menang di atas panggung, tapi juga menang dalam dunia nyata.

Caranya, peserta yang terseleksi, terlebih dahulu akan diinkubasi dalam jangka waktu tertentu guna menerima pembekalan ilmu praktis yang dapat diaplikasikan ke bisnis masing-masing.

Nah, salah satu model kompetisi yang mengadopsi sistem tersebut adalah Astra Startup Challenge (ASC). Diawali dengan seleksi 1.050 business plan, terpilihlah 50 terbaik. Selanjutnya, diharuskan mengirimkan video company profile dan owner untuk mengerucutkan menjadi 25 finalis.

Dari 25 finalis inilah yang kemudian wajib mengikuti masa "inkubasi" selama enam bulan. Setiap bulannya akan diberikan materi dalam bentuk workshop berisi teori dan simulasi yang dipandu oleh para mentor praktisi yang berpengalaman.

Selama masa inkubasi 6 bulan kemarin, materi yang diberikan antara lain:Bulan 1 : Entrepreneur Camp (3 hari), Bulan 2 : Design Thinking (2 hari), Bulan 3 : Public Speaking dan Business Model Generation (2 hari), Bulan 4 : Cashflow Generation dan Digital Marketing (2 hari), Bulan 5 : Effective Selling dan Simply Branding, Bulan 6 : Business Diagnostic Progress dan Final Judging.

Proses inkubasi yang cukup lama dan intens, maka ikatan emosional yang terjalin antar finalis cukup kuat, terasa seperti saudara. Suka duka bareng, saling brainstorm tentang bisnis masing-masing, bahkan saling curhat "problem" yang dialami. Pengennya bertumbuh bareng, omsetnya sama-sama naik. Jadi gak ada lagi pikiran Menang Kalah diantara kita.

Bersyukur banget bisa jadi bagian dari ASC-1. Bertemu dengan saudara baru yang sevibrasi, mentor-mentor hebat dan tim Astra yang budaya kerjanya oke banget. Kemenangan dan hadiah itu bonus, yang mahal adalah keilmuan, networking dan pengalaman "nano-nano"nya.

Kenapa nano-nano? Di setiap fasenya, mulai dari 50 besar hingga final judging, selalu ada batas waktu yang singkat banget buat prepare. Tapi ini menantang, sebagai parameter kesiapan kita. Kalau mau fokus bisnis, gak boleh banyak alasan dan penundaan.

Sebagai penutup, 1. Selektiflah dalam memilih wadah kompetisi, agar terjaga value dalam berbisnis ke depannya. 2. Jika ikut kompetisi jangan hanya fokus menang, tapi fokus pada proses yang menumbuhkan bisnis. Ngobrol sama finalis lain, biar relasi makin banyak dan saling berbagi pengalaman.

Jangan oportunis. 3. Jika ikut kompetisi dibawah perusahaan multinasional atau lembaga pemerintah, janganlah berharap akan dapat apa, tapi kita bisa berkontribusi apa pada mereka. Ya, walaupun mereka gak berseri duitnya. Tapi demi kebersihan mental sebagai pebisnis, hendaknya hindari tangan di bawah. 4. Jika ingin ikut kompetisi yang seperti saya ceritain, boleh daftar ASC batch 2 ya. Info pendaftaran di : http://satu-indonesia.com/ AstraUntukIndonesiaKreatif

Pimpinan Astra pada heran, ini kompetisi startup atau mading sekolah? Kok pemenangnya anak-anak SMP? Terimakasih Astra, selamat ulang tahun ke-60. Selalu Menginspirasi. (Nolpitos Hendri)

Penulis: Nolpitos Hendri
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help