TribunPekanbaru/

Advertorial

Bupati Harris Canangkan Program Magrib Mengaji, Bekali Generasi Muda dengan Kecerdasan Spiritual

Bupati Pelalawan HM Harris berupaya menghidupkan kembali tradisi membaca Alquran atau mengaji setiap magrib

Bupati Harris Canangkan Program Magrib Mengaji, Bekali Generasi Muda dengan Kecerdasan Spiritual
TribunPekanbaru/Johanes
Bupati Pelalawan HM Harris memukul beduk pada pembukaan MTQ XVI di Kecamatan Pangkalan Kuras beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Bupati Pelalawan HM Harris berupaya menghidupkan kembali tradisi membaca Alquran atau mengaji setiap magrib di tengah-tengah masyarakat, dengan mencanangkan program Magrib Mengaji.

Program ini diluncurkan secara serentak di 12 kecamatan dan dibuka langsung oleh Bupati HM Harris di Masjid Raya Kecamatan Al-Muttaqin, Pangkalan Kerinci,beberapa waktu lalu. Kemudian ditegaskan lagi pada pembukaan MTQ XVI yang digelar kemarin di Kecamatan Pangkalan Kuras.

Dalam sambutannya, Harris mengatakan MTQ adalah momentum dalam menegakkan syiar Islam di Negeri Seiya Sekata. Sejalan dengan program Magrib Mengaji, dimana tidak ada kegiatan yang dilakukan usai shalat magrib bagi anak-anak yang beragama Islam, kecuali membaca Alquran.

Dikatakannya, saat ini masyarakat di Indonesia khususnya Pelalawan berada di globalisasi, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang luar biasa. Memberikan kemudah-kemudahan bagi masyarakat hampir di semua sisi kehidupan. Namun sekaligus menjadi tantangan, terutama dalam mempersiapkan generasi muda yang tangguh.

"Harus memiliki kecerdasan spiritual yakni dengan membekali anak-anak kita dengan pengetahuan agama yang memadai," terang Harris.

Ia mengemukakan, untuk menjawab perubahan dan pergeseran tersebut, diperlukan upaya kongkrit dan langkah konstruktif, salah satunya dengan mengembalikan tradisi baik yang telah mengakar di tengah-tengah masyarakat, seperti magrib mengaji.

Upaya ini dilakukan untuk mengajak masyarakat untuk kembali memakmurkan masjid, mushala, surau dan langgar.

"Intinya adakah waktu antara Magrib dan Isya atau sekitar pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB hendaklah dimanfaatkan hanya untuk kegiatan mengaji dan belajar. Sehingga kita berharap kegiatan hiburan, olahraga dan warnet tidal beroperasi pada waktu tersebut. Ini memerlukan atensi dan dukungan dari pihak-pihak yang mengelola perizinan kegiatan tersebut," paparnya.

Ia berharap Peraturan Daerah (Perda) Magrib Mengaji didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Sekali lagi saya mengajak dan mengimbau kepada seluruh pihak-pihak terkait untuk bisa menyampaikan atau mensosialisasikan Perda ini di tengah masyarakat, sehingga Perda ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

“Gerakan Magrib Mengaji bukan hanya seremonial saja belaka, namun akan menjadi dakwah riil yang lebih menyentuh masyarakat luas,” imbuhnya.

Ketua DPRD Pelalawan Nasaruddin mengapresiasi gerakan Magrib tidak hanya sekadar seremonial. "Kita sangat setuju dan mendukung penuh Perda Magrib Mengaji. Kita berharap agar Pemkab Pelalawan merancang program ini benar-benar berjalan dengan baik, bukan sekadar seremonial," kata dia.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pelalawan HM Rais mengatakan, program ini sebagai cikal bakal upaya membumikan Alquran di Pelalawan.

"Kemenag bersama pemerintah daerah dan pihak terkait akan turun ke lapangan untuk melakukan monitoring pelaksanaan Magrib Mengaji,” ucapnya.

Program Magrib Mengaji ini langsung dipimpin Bupati HM Harris dan didampingi Kepala Kemenag Pelalawan sebagai wakil. Sedangkan di kecamatan pengurus kegiatan ini dipimpin camat dan wakilnya adalah Kepala KUA. (adv)

Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help