TribunPekanbaru/

Riau Recycle Fashion Festival 2017

Kapolda Riau: Pemda Bisa Jadikan Recycle Fashion Festival Ikon Khusus

Kapolda berharap konsep ini ke depannya dimatangkan bisa saja menyampurnya dengan pakaian khas Melayu guna mempromosikan seni budaya Melayu Riau

Kapolda Riau: Pemda Bisa Jadikan Recycle Fashion Festival Ikon Khusus
TRIBUNPEKANBARU.COM/DODDY VLADIMIR
Para peserta Riau Recycle Fashion Festival 2017 sedang menampilkan busana dari berbagai macam bahan daur ulang di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Minggu (30/7/2017). Acara yang bertemakan "Sampahku Keren" tersebut diikuti ratusan peserta dan juga juga dihadiri langsung Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur. (Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir). 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengapresiasi penuh kegiatan Recycle Fashion Festival (RFF) yang digelar oleh Forum Komunikasi Daerah (FKD) Kompas Gramedia (KG) Riau-Sumatera Barat bekerja sama dengan Polda Riau, Pemprov Riau, Bhayangkari Polda Riau, dan Badan Koordinasi Wanita Riau, Minggu (30/7/2017).

Kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan di Riau, khususnya Kota Pekanbaru minggu kemarin menarik peminat masyarakat yang menampilkan ragam karya seni merek dalam bentuk busana dari bahan bekas.

Kegiatan ini selain menarik minat wisatawan juga sejalan dengan komunikasi Polda Riau kepada masyarakat dalam mengkampanyekan Riau bebas asap Karhutla.

"Ini sebagai sebuah suporting kami, karena ini untuk mengedukasi masyarakat bagaimana mereka mencitai lingkungan, nah itu sangat berkomunikasi sekali dengan kepolisian misalnya tentang Kebakaran Hutan. Buang sampah sembarangan menyebabkan banjir, karena itu kami suport betul. Saya harapkan ini dapat dilakukan setiap tahun, harapan saya pemerintah daerah supaya bisa menjadi ikon khusus Pekanbaru," ungkapnya.

Menampilkan Karnaval Fashion dengan bahan bekas menjadi ikon unik tersendiri untuk Kota Pekanbaru. Konsep serupa belum pernah dilakukan oleh Kota Mana pun di Indonesia.

"Recycle Karnaval kan belum ada dimanapun, kalau yang lain memang fashion baju yang bagus, artinya memang baju-baju untuk kecantikan," sebutnya.

Kapolda berharap konsep ini ke depannya dimatangkan bisa saja menyampurnya dengan pakaian khas Melayu guna mempromosikan seni budaya Melayu Riau menasional.

"Mungkin bisa saja nanti digabung, tetapi recyclenya tetap jadi ikon. Walaupun nanti bisa saja busana-busana memang khas melayu, supaya menarik bagi desainer ataupun bagi orang-orang yang membelanjakan uang untuk khas melayu, saya akan mensupport itu," tegasnya. (*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help