TribunPekanbaru/

Roti Bakar Nan Membakar

Berbagai spekulasi muncul seiring kejadian itu. Berbagai tanggapan terhadap langkah kebijakan Pemerintah juga disampaikan dengan bermacam cara.

Roti Bakar Nan Membakar
istimewa
Kadisperindag Kota Pekanbaru, Ingot Achmad Hutasuhut 

Ingot Ahmad Hutasuhut: Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jagat kuliner seantero Pekanbaru seakan bergetar, manakala tersiar khabar bahwa salah satu kedai kopi ternama di kota ini berhenti sementara beroperasi akibat adanya keluhan kesehatan konsumen setelah mengkonsumsi salah satu jenis makanan (roti bakar) yang ada ditempat itu.

Berbagai spekulasi muncul seiring kejadian itu. Berbagai tanggapan terhadap langkah kebijakan Pemerintah juga disampaikan dengan bermacam cara.

Di tengah masyarakat pun terbangun pula bermacam reaksi sesuai kesimpulannya masing masing. Ada yang bertepuk senang, sementara disisi lain ada pula yang merasa prihatin, sedangkan selebihnya tidak terlalu ambil pusing.

Namun apapun reaksi publik terhadap peristiwa ini, paling tidak "balada" roti bakar ini bagaikan sengatan listrik telah mengejutkan kita hingga tersentak dari keterbuaian menikmati tumbuh berkembangnya banyak pelaku usaha kuliner yang dengan konsep-konsep kreatifnya telah pun memberi warna baru pada wajah kota.

Memang idealnya, fenomena menjamurnya bisnis kuliner haruslah berbanding lurus dengan peningkatan kemampuan pengawasan terhadap penerapan standard kelayakan dalam pengelolaan produk makanan yang ditawarkan oleh masing-masing pelaku usaha.

Pengawasan dalam hal ini disamping secara formal oleh pemerintah tentu dilakukan juga oleh masyarakat, dan yang tak kalah pentingnya juga adalah oleh para pemilik usaha kuliner itu sendiri.

Walaupun sementara kalangan beranggapan tidak logis bila seorang pengusaha kuliner sengaja menyajikan makanan yang sudah tidak layak kepada pelanggan, namun upaya perlindungan terhadap konsumen tentu juga menjadi keniscayaan.

Kejadian ini hendaknya menjadi momentum perbaikan iklim usaha di Pekanbaru dalam berbagai aspeknya. Semoga "sengatan" ini membakar lagi semangat berusaha dengan lebih baik pada para pelaku usaha, seiring itu juga membakar semangat kritisme publik terhadap menjamurnya usaha kuliner di kota ini.

Sikap kritisme konsumen diimbangi semangat berusaha para pelaku bisnis agaknya akan menghadirkan iklim kehidupan ekonomi yang lebih berkualitas, insya Allah. (*)

Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help