TribunPekanbaru/

Wow! Ada Hadiah Rp 200 Juta Bagi yang Bisa Pecahkan Ramalan Di Tempurung Kura-kura Ini

Museum tersebut menawarkan 100.000 yuan atau sekitar Rp 200 juta untuk setiap huruf yang dapat Anda artikan, tentunya dengan bukti yang mencukupi.

Wow! Ada Hadiah Rp 200 Juta Bagi yang Bisa Pecahkan Ramalan Di Tempurung Kura-kura Ini
National Museum of Chinese Writing
Salah satu tulang ramalan berupa tempurung kura-kura yang belum diartikan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang peramal dari Dinasti Shang, China sekitar 3.000 tahun lalu menuliskan prediksinya mengenai masa depan pada tulang bahu sapi atau tempurung kura-kura.

Ramalan tersebut berisi hampir segala hal, mulai dari pajak hingga cuaca.

Akan tetapi, ramalan tersebut ditulis menggunakan huruf-huruf tertua China yang sudah tidak dikenal lagi di masa sekarang, dan selama 100 tahun terakhir, para peneliti hanya mampu mengartikan 2.000 dari 5.000 karakter yang tertulis pada tulang-tulang tersebut.

Menghadapi jalan buntu, National Museum of Chinese Writing di Anyang, Provinsi Henan akhirnya mengambil tindakan drastis.

Dilaporkan dalam South China Morning Post 23 Juli 2017, museum tersebut menawarkan 100.000 yuan atau sekitar Rp 200 juta untuk setiap huruf yang dapat Anda artikan, tentunya dengan bukti yang mencukupi.

Sebagai petunjuk, pihak museum berkata bahwa mayoritas karakter dalam tulang ramalan merujuk pada nama orang atau tempat.

"Tulang-tulang tersebut berasal dari zaman dahulu dan banyak tempat yang kini telah berganti nama sehingga kami kesulitan untuk mengartikannya," ujar Liu Fenghua, seorang pakar tulang ramalan dari Zhengzhou University.

Selain itu, Liu juga berkata bahwa kesulitan lain adalah kurangnya para pakar.

"Dikarenakan alasan finansial, banyak peneliti tulang ramalan yang mengganti fokus penelitiannya ke subyek lain," ujarnya.

Oleh karena itu, National Museum of Chinese Writing pun berharap untuk dapat membangkitkan lagi ketertarikan para peneliti terhadap tulang ramalan melalui sayembara ini.

Halaman
123
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help