TribunPekanbaru/

PLN Siak Minta Pelanggan Bermigrasi ke Listrik Pintar

PT PLN (Persero) Rayon Siak bakal menerapkan program migrasi 100 persen ke listrik pintar (kWH prabayar).

PLN Siak Minta Pelanggan Bermigrasi ke Listrik Pintar
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
Manajer PLN Rayon Siak, Salman. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - PT PLN (Persero) Rayon Siak bakal menerapkan program migrasi 100 persen ke listrik pintar (kWH prabayar). Mulai saat ini, pihak PLN meminta pelanggan pascabatar beralih ke prabayar.

Data yang dihimpun dari PLN Rayon Siak, dari total 36.740 pelanggan, masih ada 9.342 pelanggan pascabayar. Sementara 27.398 sudah bermigrasi ke listrik pintar.

Manajer PLN Rayon Siak Salman mengatakan, listrik pintar mempunyai banyak keunggulan. Baik dari sisi pelanggan, maupun dari pihak pemerintah dan pihak PLN sendiri.

"Keunggulan listrik pintar, dapat mempercepat penerimaan PAD dari sektor Pajak Penerangan Umum (PJU) di Siak," kata Salman, Rabu (2/8/2017).

Ia menguraikan, jika menggunakan listrik pintar maka setiap pembelian token (pulsa) otomatis komponen Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sudah langsung tertagih lunas dari pelanggan. Karena pembelian token telah 1 paket dengan penagihan PJU sehingga uang PPJ akan tertagih lebih awal diterima oleh Pemda tanpa mengalami tunggakan.

Jika pelanggan PLN masih belum migrasi ke Listrik Pintar (masih kWH pascabayar) maka besar kemungkinan semakin tinggi tunggakan.

"Maka, jika semakin tinggi tunggakan listrik, akan semakin tinggi pulalah tunggakan penerimaan Pemda Siak dari pajak penerangan jalan unum," kata dia.

Ia melanjutkan, pada pelanggan listrik pintar, pelanggan tidak dikenakan biaya beban seperti pada pelanggan listrik pascabayar yang tetap harus membayar biaya beban meskipun tidak ada pemakaian listrik (bangunan dalam keadaan kosong).

Pelanggan dapat mengatur pemakaian listriknya, dan dapat membeli token melalui PPOB (Loket pembayaran listrik) ATM, aplikasi Banking pada smartphone sesuai dengan kebutuhannya.

"Khusus untuk bangunan yang disewakan kepihak lain, penyewa akan terbebas dari pembayaran tunggakan listrik yang ditinggalkan oleh penyewa ketika penyewa meninggalkan bangunan yang disewanya," urai dia.

Selain itu, juga dapat terhindar dari kesalahan baca meter yang berimbas pada ketidaksesuaian pembayaran rekening listrik.

SUBSCRIBE Youtube: Tribun Pekanbaru,

LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru,

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru.

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help