TribunPekanbaru/

Presiden Penyair Indonenesia Hadiri HPI di Riau

Tardji menorehkan Siak dalam puisi bersama 88 penyair lainnya dari berbagai negara dan provinsi di Indonesia.

Presiden Penyair Indonenesia Hadiri HPI di Riau
Pimpinan dan juga pembina Komunitas Seni Rumah Sunting (KSRS) Kunni Masrohanti 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Presiden penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri dipastikan datang dalam perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) yang diprakarsai Komunitas Seni Rumah Sunting (KSRS) di Siak, Riau. Selain itu kegiatan tersebut juga bakal dihadiri tamu dari Malaysia, Singapura, dan Viietnam.

Siak, bagi Tardji, merupakan kota istana, kota sejarah yang mengukir banyak kisah kejayaan kerayaan Melayu pada masa lalu. Bukti kejayaan itu masih terlihat jelas dan tercatat dalam berbagai buku besar di negara-negara lain. Tak heran, jika Tardji juga membuat puisi khusus tentang Siak yang juga terkumpul dalam antologi buku puisi Menderas Sampai Siak yang akan diluncurkan pada  perayaan HPI nanti. Tardji menorehkan Siak dalam puisi bersama 88 penyair lainnya dari berbagai negara dan provinsi di Indonesia.

‘’Siak itu menarik, kota sejarah yang tak boleh dilupakan. Puisi juga sebagai jalan mencipta sejarah seperti yang diusung panitia HPI Riau dalam perayaan hari puisi tahun ini. Maka, penyair harus peka mencatat berbagai sejarah dan kisah dalam puisi-puisinya, tentang sungai Jantan, tentang Siak agar bisa menyambung keindahan masa lalu dan kini,’’ kata Tardji.

Penyair lain yang sudah memastikan diri datang dari berbagai daerah tersebut antara lain, Norazimah Abu Bakar pengurus Gabungan Penulis Nasional (Gapena) Malaysia bersama ketiga rekannya, Rohani Din sastrawan negara asal Singapura, Nik Mansur Nik Abdul Halim dari Vietnam, Ratna yu Budhiarti (Jawa Barat), Ariany Isnamurty kepala pertpustakaan HB Jassin (Jakarta), Edrida Pulungan (Jakarta), Willy Aa (Bengkkulu), Muhammad Arfani (Palembang), Fileski (Surabaya), Itov Sekha, Ubaidllah dkk (Medan), Ramayani Riance (Jambi) dan beberapa lainnya.

Beberapa penyair Riau juga suda memastikan diri untuk mengikuti rangkaian acara yang dilaksanakan sejak 3-6 Agustus itu dengan melintasi tiga kabupaten/kota sekaligus, yakni, Pekanbaru, Siak dan Kampar. ‘’Insyaallah, saya dan Fakhrunnas akan mengikuti HPI tahun ini sampai selesai,’’ ujar Husnu Abadi beberapa hari lalu.

Bupati Siak, Drs H Syamsuar Msi menyambut gembira dipilihnya siak sebagai tempat perayaan HPI ini. Apalagi para penyair yang datang dari berbagai daerah itu juga menulis puisi tentang Siak yang akan diluncurkan malam ini. 

‘’Kami sangat senang karena para penyair, sastrawan dan pembaca puisi handal akan hadir ke Siak. Ini kebanggan bagi kami. Beberapa tahun lalu, saya juga hadir di TIM Jakarta dan membacakan puisi pada puncak HPI di sana. Cukup grogi saya karena tampil di depan penyair-penyair hebat. Ada presdien peyair Sutardji pulak waktu itu. Kami berharap kedatangan para penyair ini semakin menginspirasi masyarakat Siak, terutama anak-anak sekolah untuk menulis karya-karya puisi yang hebat,’’ harap Bupati usai pertemuan dengan panitia HPI beberapa waktu lalu.

Siak, kata Bupati lagi, sejak beberapa waktu terakhir memang menjadi tujuan banyak orang. Bukan hanya wisatawan, tapi juga ahli sejarah ahli arsitek, wartawan budaya dan beberapa pertemuan besar lainnya sering dilaksanakan di Siak. Tanpa diundang.

‘’Mereka mengirimkan surat ingin melaksanakan kegiatan ini, kegiatan itu, di Siak. Ya, silahkan. Siak dengan segala kejayaan kerajaan masa lalu ini milik semua orang. Orang datang kami senang,’’ ujar Bupati lagi.

Sementara itu, pimpinan KSRS, Kunni Masrohanti didampingi koordinator acara, Asmet, dan  rekan-rekan dari komunitas yang didirikannya itu mengaku senang bisa kembali melaksanakan perayaan HPI tahun ini. ‘

’Di Siak ini hanya rentetan kegiatan saja. Kami berangkatnya dari Pekanbaru  kemudian di Siak dan berakhir di Buluhcina, Kampar. Jadi menyentuh tiga kabupaten/kota. Sebetulnya diminta juga untuk dilaksanakan di Pelalawan oleh beberapa kawan komunitas di sana, tapi mendadak dan waktunya juga singkat,’’ ujar Asmet pula.

Rangkaian kegiatan HPI tahun ini tidak hanya diwarnai dengan pembacaan puisi oleh penyair beberapa negara atau Aksi Panggung Penyair ASEAN (APPA), tapi juga ada diskusi puisi, ziarah puisi, wisata puisi, panggung apresiasi da juga peluncuran dua buku puisi berjudul Menderas Sampai Siak dan Mufakat Air. Kedua buku ini akan diluncurkan di Siak besok malam.(*)

Penulis: M Iqbal
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help