TribunPekanbaru/

BPJS Kesehatan Gelar Kegiatan Pengembangan dan Pembinaan Fungsi Point of Service

BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru terus memperbanyak channel pembayaran iuran peserta. Hingga 31 Juli 2017, sudah ada 1089 channel yang bisa dimanfaatka

BPJS Kesehatan Gelar Kegiatan Pengembangan dan Pembinaan Fungsi Point of Service
TribunPekanbaru/Afrizal
BPJS Kesehatan 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru : Afrizal

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru terus memperbanyak channel pembayaran iuran peserta. Hingga 31 Juli 2017, sudah ada 1089 channel yang bisa dimanfaatkan peserta. Dengan wilayah kerja Pekanbaru, Rokan Hulu, Kampar dan Pelawawan, setengah jumlah ini ada di Pekanbaru.

"Dari jumlah ini, setengah channel pembayaran ada di Pekanbaru. Uniknya paling banyak yang menunggak pembayaran juga Pekanbaru," ujar Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Pekanbaru, Erwin Fadillah saat kegiatan pengembangan dan pembinaan fungsi point of service dan sosialisasi penggantian kartu PBI JKN, di Hotel Pangeran, Kamis (3/8).

Jenis channel yang disebar juga bervariasi. Mulai perbankan, ritel waralaba hingga PT Pos Indonesia.

Ditambahkan Erwin, saat ini jumlah tunggakan iuran mencapai Rp 100,8 miliar dengan jumlah peserta 227.780 orang. Pekanbaru sendiri, memiliki 118.427 peserta menunggak dengan total Rp 55,17 miliar. Selebihnya, di Kampar Rp 20,55 miliar dari 50.215 peserta menunggak, Rokan Hulu Rp 11,69 miliar dari 25.912 peserta dan Pelalawan Rp 13,39 miliar dari 33.226 peserta.

Kegiatan pengembangan dan pembinaan fungsi point of service dan sosialisasi penggantian kartu PBI JKN digelar dengan mengundang puluhan Kader JKN KIS, mitra yang menjadi mitra pembayaran hingga perwakilan kecamatan dan kelurahan di Pekanbaru. Dalam kegiatan ini juga disampaikan sosialisasi penggantian kartu PBI JKN oleh Kabid Kepesertaan dan Pelayanan Peserta, Asti Putri Dewi.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru, Eddy Martadinata menuturkan diwilayah kerja Cabang Pekanbaru sudah ada 40 rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Untuk klinik dan puskesmas sudah 273 tempat. Tahun 2019 mendatang, seluruh masyarakat di Indonesia sudah bergabung dengan BPJS Kesehatan.

"Kita selalu berupaya meningkatkan tempat pendaftaran agar peserta dapat dengan mudah mendaftar," katanya.

Dengan kemudahan pendaftaran yang diberikan BPJS Kesehatan saat ini, diakui Eddy jumlah calon peserta yang antri di kantor cabang tidak lagi sepadat dulu. Sekarang mereka cukup tinggalkan berkas yang akan dientry oleh petugas. Saat nomor virtual account selesai akan di sms dan kartu juga dikirim lewat Pos.

"Hingga tingkat kelurahan kita juga sudah ada Kader JKN yang akan membantu memberikan informasi kemudahan ini pada masyarakat," katanya. (*)

Penulis: Afrizal
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help