TribunPekanbaru/

Bupati Syamsuar Optimis Desa Penyengat Siak Jadi Sentra Nanas

Bupati Siak H Syamsuar optimis Desa Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak menjadi pusat komoditas nanas di Indonesia.

Bupati Syamsuar Optimis Desa Penyengat Siak Jadi Sentra Nanas
Foto/Istimewa
Bupati Siak, H Syamsuar senang bisa melakukan panen raya nanas di Desa Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Ia ingin desa ini menjadi sentral nanas di Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Bupati Siak H Syamsuar optimis Desa Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak menjadi pusat komoditas nanas di Indonesia. Hal tersebut ia katakan ketika acara panen raya nanas di lahan seluas 147 hektare pada Kamis (7/8/2017).

Ia mengapresiasi produktivitas nanas di kawasan tersebut karena bisa panen mencapai 20.000 buah lebih. Ia juga bangga distribusi nanas ini sudah sampai ke Pulau Jawa.

"Ini sesuai dengan program Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia tentang setiap desa memiliki produk unggulan. Pemerintah Kabupaten Siak komit terhadap hal ini. Kami pun mendukung desa Penyengat ini menjadi tempat wisata agro di Riau," ujarnya.

Ketua Kelompok Tani Bina Tani, Mursidin mengatakan para petani di Desa Penyengat ini memang bersemangat dan tekun dalam bertani. Awalnya para anggota kelompok tani ini dibantu PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) berupa bibit dan pupuk.

"Kami juga diikutkan studi banding ke Sungai Apit bagaimana cara menanam nanas yang baik. Selama ini kami juga dibina oleh Community Development RAPP. Biasanya setiap panen kami bisa mendapatkan keuntungan bersih hingga Rp 30 juta, " ujarnya.

Sementara itu, Manajer Community Development (CD) RAPP Marzum mengatakan perusahaan memiliki program one village one commodity. Program ini juga sebagai bentuk sinergitas antara pemerintah dan perusahaan.

"Kami ingin warga juga sejahtera. Warga semangat, kami juga lebih bersemangat. Dalam menjalankan bisnisnya, bapak Sukanto Tanoto memiliki prinsip kalau perusahaan harus baik untuk masyarakat (community), negara (country), iklim (climate), pelanggan (costumer), dan barulah untuk perusahaan (company)," ujarnya

Dalam kegiatan ini, perusahaan juga memberikan bantuan modal usaha berupa gerobak jajanan senilai Rp 18 juta kepada warga. Bantuan ini diserahkan secara simbolis kepada Syamsuar. (rls)

Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help