TribunPekanbaru/

Bujang Dara Pelalawan Ingin Promosikan Batik Bono

Muhtar Sanusi mengatakan kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkannya kepada finalis bujang dan dara

Bujang Dara Pelalawan Ingin Promosikan Batik Bono
Foto/Istimewa
Finalis Bujang Dara Kabupaten Pelalawan belajar proses pembuatan batik khas Pelalawan, Bono. Batik ini dapat menjadi data tarik wisatawan yang berkunjung ke Pelalawan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI – Sebanyak 12 pasang finalis bujang dara Kabupaten Pelalawan berkunjung ke PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Senin (7/8/2017).

Kasi Pengembang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Pelalawan, Muhtar Sanusi mengatakan kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada finalis bujang dan dara bahwa di Kabupaten Seiya Sekata ini ada pabrik besar pembuatan pulp dan kertas.

Muhtar menuturkan ketika berkunjung ke RGE Technology Center (RTC), para finalis yang terdiri dari 12 bujang dan 12 dara ini diajak untuk mengetahui kerja keras Sukanto Tanoto dalam membangun bisnisnya dari nol.

“Di RTC juga para finalis dikenalkan bagaimana proses pembuatan kertas. Mereka termotivasi untuk lebih maju dan dapat mencontoh usaha Pak Sukanto Tanoto,” tuturnya.

Setelah berkunjung ke RTC, para finalis ini juga diajak ke Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT) Community Development (CD) PT RAPP untuk melihat pembuatan batik khas Pelalawan, motif Bono.

“Kami ingin mengenalkan kepada para finalis batik khas Pelalawan, yakni batik bono. Batik ini merupakan bukti bahwa Kabupaten miliki batik khas dari tangan-tangan terampil para ibu-ibu mitra bina CD PT RAPP,” tuturnya.

Batik ini, menurut Muhtar dapat mereka promosikan ketika terpilih menjadi wakil Pelalawan di tingkat Provinsi dan Nasional. Hal ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Pelalawan.

Sementara itu, Pemilihan Bujang Dara Kabupaten Pelalawan ini telah diadakan sejak tahun 2011 dimana Pelalawan sangat diperhitungkan sebagai ditingkat provinsi dan nasional. Proses pemilihan sendiri dimulai dengan audisi yang ketat, baik fisik, pengetahuan , dan mental yang baik.

“Setelah audisi, 24 bujang dan dara ini masuk karantina untuk diberikan pembekalan,” tutupnya. (rls)

Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help