TribunPekanbaru/

Mahasiswa Indonesia Ditahan di Mesir

Ini Penyebab Dua Mahasiswa Universitas Al Azhar Kairo Asal Indonesia Ditangkap Keamanan Mesir

Namun saat mereka keluar untuk mencari keperluan minum, keduanya keluar pukul 02.00. Pada jam tersebut, polisi Mesir berkeliaran dimana-mana

Ini Penyebab Dua Mahasiswa Universitas Al Azhar Kairo Asal Indonesia Ditangkap Keamanan Mesir
Youtube
Kampus Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PAYAKUMBUH - Ketua Kesepakatan Mahasiswa Minang (KMM) di Mesir, Muhammad Alfatih, membenarkan kabar ditangkapnya Nurul Islami dan Muhammad Hadi, dua mahasiswa Jurusan Syariah tingkat III Universitas Al Azhar Kairo Mesir oleh pihak keamanan Markaz Aga Provinsi Ad Daqohliyyah Mesir, sejak Selasa 1 Agustus 2017.

Keduanya diduga mengunjungi Desa Samanud yang masuk zona terlarang sesuai ketetapan Pemerintah Mesir, beberapa tahun belakangan ini.

Sehingga warga asing dilarang memasuki daerah tersebut.

"Dulunya daerah ini belum dilarang tapi sejak pemerintahan baru, daerah ini berubah jadi daerah terlarang," katanya, seperti dimuat Klikpositif.com.

Ia menjelaskan, dulunya kedua mahasiswa ini tinggal di daerah tersebut yaitu di Samanud.

"Jadi, tahun ini mereka pindah ke Kairo, dan beberapa barang-barang mereka masih tinggal di situ. Pada saat kejadian itu mereka ingin mengambil barang yang tersisa," ungkapnya.

Namun saat mereka keluar untuk mencari keperluan minum, keduanya keluar pukul 02.00.

Pada jam tersebut, polisi Mesir berkeliaran dimana-mana, sehingga keduanya menurut Fatih ditangkap oleh pihak keamanan.

"Kami semua berharap keduanya dapat dibebaskan dan kembali berkumpul dengan mahasiswa yang lainnya kembali," harap Fatih.

Diketahui, kedua mahasiswa ini berasal dari Sumatra Barat, tepatnya di Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota dan Jalan Tan Malaka, Tarok, Payakumbuh.

Penangkapan dua mahasiswa Minang ini dibenarkan oleh Tareq Al Bana yang tergabung dalam Kesepakatan Mahasiswa Minang di Mesir.

Menurutnya, mahasiswa itu ditangkap pihak keamanan sejak 1 Agustus dan hingga sekarang belum ada kabar.

Ia menyebut tidak ada alasan yang jelas terkait penangkapan tersebut.

Menurutnya, pihak KBRI juga masih berusaha melacak keberadaan mahasiswa dari Luak Limopuluah ini.

"Kami memang prihatin keadaan Mesir saat ini yang dalam status darurat. Jadi jika ada yg dicurigai langsung ditangkap tanpa dimintai keterangan. Status darurat ini diberlakukan sejak terjadinya serangkaian aksi teror di Mesir," ujar mahasiswa yang juga tergabung dalam Ikatan Pelajar Minang Internasional tersebut. (*)

Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help