TribunPekanbaru/

Pengemis Anak-anak Menjamur Lagi, DPRD Pekanbaru Sayangkan Hal Ini

Keberadaan anak-anak di bawah umur, menjadi pengemis di sejumlah titik di Kota Pekanbaru, makin menjamur lagi.

Pengemis Anak-anak Menjamur Lagi, DPRD Pekanbaru Sayangkan Hal Ini
Internet
Ilustrasi pengemis anak menggendong bayi. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syafruddin Mirohi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Keberadaan anak-anak di bawah umur, menjadi pengemis di sejumlah titik di Kota Pekanbaru, makin menjamur lagi.

Meski Kota Pekanbaru menjadi tuan rumah pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) pada akhir Juli lalu, tapi tidak mempan menyelesaikan persoalan ini. Terbukti, beberapa hari belakangan ini, sejumlah anak-anak masih mengemis di simpang lampu merah.

Baca: Ello Ditangkap Saat Kekasih Lagi Ultah, Netizen Ramai Komentar Begini

Seperti di Simpang Gramedia, Simpang SKA, Simpang Arengka dan di beberapa tempat lainnya. Padahal, sejumlah kalangan sudah mengharapkan, selaku tuan rumah peringatan Hari Anak Nasional kemarin, harus membawa dampak positif di kota ini.

"Memang kita sayangkan, masih ada anak-anak jadi pengemis dengan cara melap mobil, ngamen dan bersiliweran di simpang lampu merah tersebut. Yang paling parah itu di simpang SKA dan simpang Empat Arengka," kata anggota DPRD Pekanbaru Kudus Kurniawan menjawab Tribunpekanbaru.com, Kamis (10/8/2017).

Baca: Miris! Anak SMP Tak Malu Lakukan Ini di Jembatan, Netizen: Astaghfirullah!

Sebelumnya, kalangan DPRD Pekanbaru sudah mewanti-wanti, bahwa penertiban anak-anak pengemis dan peminta-minta, jangan hanya saat peringatan Hari Anak Nasional saja. Sebab beberapa hari jelang peringatan yang dihadiri Presiden RI tersebut, Satpol PP melakukan penertiban.

Baca: Dalam Sebulan, Pengemis di Daerah Ini Kantongi Rp 8 Juta

Bahkan hampir di setiap simpang lampu merah, Satpol PP mendirikan tenda penertiban. Tapi setelah peringatan selesai, maka selesai pula penertiban esktra yang dilakukannya. Bahkan tenda atau posko di setiap simpang lampu merah tersebut, sekarang tidak ada lagi.

"Ini yang kita sebut seremonial. Harusnya kan berkelanjutan dilakukan. Tidak hanya karena Presiden datang dan Hari Anak Nasional saja. Bahkan jauh hari kita sudah minta selaku tuan rumah, harus punya keuntungan. Terutama dalam mengakomodir anak-anak di jalanan," sebutnya.

Baca: Banyak yang Belum Tahu, Ini Manfaat Mentimun Untuk Mata, No 3 Paling Banyak Dialami Orang!

Dia sangat mafhum jika alasan OPD terkait untuk penertiban tersebut, terkendala anggaran dan jumlah personil yang terbatas. Namun jika masalah ini serius ditangani dan punya komitmen tinggi, maka bisa dilakukan. Apalagi Kota Pekanbaru sudah menyandang Kota Layak Anak. (*)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help