TribunPekanbaru/

Pelalawan

PT Parawira Pernah Jadi Tersangka Karhutla Tahun 2015 Silam, Tahun Ini Lahannya Terbakar Lagi

Pada tahun 2015 silam, PT Parawira ditetapkan sebagai tersangka kasus pembakaran lahan bersama empat perusahaan lainnya di Pelalawan.

PT Parawira Pernah Jadi Tersangka Karhutla Tahun 2015 Silam, Tahun Ini Lahannya Terbakar Lagi
TribunPekanbaru/Dody Vladimir
WATER BOOMBING - Helikopter Superpuma L1 milik Sinar Mas Forestry melakukan pengeboman air (water boombing) di atas lahan yang terbakar di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (7/8). Sinar Mas Forestry mengerahkan helikopternya untuk membantu proses pemadaman kebakaran lahan dan hutan di Riau. Helikopter Superpuma L1 ini sebelumnya juga melakukan pengeboman air dilahan yang terbakar di Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti. Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com: Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - PT Parawira yang terletak di Desa Pangkalan Gondai Kecamatan Langgam ternyata tidak asing lagi dalam kasus Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut).

Tak hanya lagi ini saja areal perusahaan terbakar disaat musim kemarau.

Baca: Kabag Adm Pembangun Siak Mengaku Tidak Tahu PLN Cabut Meteran Listrik di Rumdisnya

Pada tahun 2015 silam, PT Parawira ditetapkan sebagai tersangka kasus pembakaran lahan bersama empat perusahaan lainnya di Pelalawan.

Ketika itu puluhan hektar kebun kelapa sawit milik perusahaan terbakar hebat.

Namun penyidikan kasusnya dilimpahkan ke Polda Riau, bersama seluruh perkara Karlahut lainnya.

Baca: Begini Ciri Rekan Kerja Psikopat yang Ingin Karir Temannya Hancur

Setelah berjalan beberapa bulan, Polda Riau menerbitkan SP3 atas kasus yang menjerat PT Parawira dengan alasan tertentu.

Setelah dua tahun berlalu, areal milik perusahaan ini kembali terbakar.

"Waktu 2015 dulu, saya juga yang ikut melaporkan kasusnya ke Polres Pelalawan. Saya lihat langsung kejadiannya," kata tokoh masyarakat Desa Pangkalan Gondai Kecamatan Langgam, Kaharuddin, kepada tribun, Kamis (10/8).

Baca: BEI Bersama OJK dan FKIJK Gelar Kegiatan Donor Darah

Warga Desa Pangkalan Gondai berharap penegakan hukum yang seadil-adilnya kepada seluruh pelaku pembakar lahan, termasuk perusahaan atau korporasi.

Sebab beberapa masyarakat sipil telah ditangkap dan diadili lantaran membakar lahan. Semestiknya perlakuan hukum serupa diterapkan kepada perusahaan.(*)

Penulis: johanes
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help