TribunPekanbaru/

Mahasiswa Indonesia Ditahan di Mesir

Selain Nurul dan Hadi, 4 Mahasiswa Universitas Al Azhar Asal Indonesia Pernah Ditahan Keamanan Mesir

Selain Nurul Islami dan Muhammad Hadi, pada awal Juni 2017, aparat keamanan Mesir juga menahan empat mahasiswa Indonesia, dari Universitas Al Azhar

Selain Nurul dan Hadi, 4 Mahasiswa Universitas Al Azhar Asal Indonesia Pernah Ditahan Keamanan Mesir
Youtube
Kampus Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Selain Nurul Islami dan Muhammad Hadi, dua mahasiswa Jurusan Syariah tingkat III Universitas Al Azhar Kairo Mesir, pada awal Juni 2017, aparat keamanan Mesir juga menahan empat mahasiswa asal Indonesia, masih dari kampus yang sama.

Mereka ditangkap di sekitar kota Samanud, sekitar 130 km arah utara kota Kairo, dan ditahan di kantor polisi kota tersebut.

Seperti dilaporkan Kompas.com dari Kairo, Mesir, Rabu (5/7/2017), empat mahasiswa itu adalah Rifai Mujahidin al Haq asal Balikpapan, Adi Kurniawan asal Bandung, Achmad Affandy Abdul Muis asal Lampung, dan Mufqi Al Banna.

KBRI Kairo dalam keterangan persnya menyebutkan, pihaknya menerima laporan penangkapan itu pada 6 Juni 2017 melalui Hotline KBRI Kairo dari Rifai Mujahidin al Haq, salah satu mahasiswa yang ditangkap tersebut.

Informasi yang diperoleh KBRI dari beberapa teman korban bahwa penangkapan atas mahasiswa Indonesia tersebut terjadi saat mereka hendak membeli bahan makanan untuk berbuka puasa di pasar.

Menurut informasi dari seorang mahasiswa yang berada di Kota Samanud bahwa penangkapan itu dilakukan oleh polisi saat melakukan razia.

Polisi menangkap beberapa orang baik warga negara Mesir maupun warga negara asing termasuk WNI yg dicurigai terlibat gerakan radikalisme.

Pihak Keamanan Nasional dan Kepolisian Mesir saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan razia pascaserangan teroris atas Gereja St George di kota Tanta pada 9 April 2017 yang membawa korban tewas 28 orang.

Juga serangan teroris ke Gereja St. Markus di Alexandria pada 9 April 2017 yang membawa korban tewas 17 orang, dan di Kota Minya pada 26 Mei 2017, yang membawa korban tewas kaum Kristen Koptik sebanyak 28 orang.

Keadaan ini mengakibatkan Pemerintah Mesir melakukan state of emergency yang disetujui oleh Parlemen, 10 April 2017, hingga tiga bulan ke depan dan diperpanjang satu bulan lagi.

Halaman
12
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help