TribunPekanbaru/

Guru Mengaji Lakukan Aksi Cabul Santrinya di Musala

Mirisnya, aksi senonoh dilakukan pelaku di saat kegiatan proses belajar ngaji didalam Mushala. Di hadapan

Guru Mengaji Lakukan Aksi Cabul Santrinya di Musala
Desain Grafis Tribun Pekanbaru/Didik
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Boiran (26), warga Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan (Lamsel) terpaksa berurusan dengan polisi dan kini mendekan di balik jeruji besi sel tahanan Mapolsek Tanjungan.

Pelaku yang merupakan oknum guru ngaji Taman Pendidikan Alquran (TPA) Mushala Al Ikhlas itu diamankan pamong (aparatur) desa setempat bersama polisi. Ini lantaran diduga mencabuli lima santrinya yang rata-rata masih di bawah umur.

Mirisnya, aksi senonoh dilakukan pelaku di saat kegiatan proses belajar ngaji didalam Mushala. Di hadapan penyidik, tersangka mengaku baru menyesali dan sadar akan perbuatannya.“Saya menyesal dan saya khilaf pak,” kata Boiran di hadapan penyidik.                              

Alasan pelaku sampai mencabuli santrinya, Boiran mengatakan, dirinya tidak kuat untuk menahan nafsu, terlebih sedang melihat wajah para santrinya. Ketika nafsunya sudah naik, Boiran mengaku sulit untuk mengendalikannya.

“Awalnya tidak ada rencana namun spontan timbul hasrat ingin melakukannya saja,” kata bapak satu anak ini

Petugas Polsek Tanjungan mengamankan Boiran (26), seorang guru Taman Pendidikan Alquran (TPA) di Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan (Lamsel), Jumat (11/08), dini hari, sekitar pukul 01.00 Wib. 

 Boiran diamankan polisi karena diduga sebagai pelaku pencabulan. Korban tiada lain para santri, peserta muridnya belajar ngaji. Pelaku adalah seorang warga setempat dan berdomisili satu desa dengan para korban. (*)

Berita ini sudah terbit di Tribun Lampung dengan judul BREAKING NEWS: Ini Alasan Oknum Guru Ngaji Boiran Cabuli Lima Santrinya

Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help