TribunPekanbaru/

Besok Pagi, Apel Akbar Pramuka-Pelajar-Santri Riau Pecahkan Rekor MURI

"Kegiatan besok pagi adalah kebanggaan bagi masyarakat Riau. Selain tercatat dalam rekor MURI, semangat yang digelorakan

Besok Pagi, Apel Akbar Pramuka-Pelajar-Santri Riau Pecahkan Rekor MURI
Istimewa
Sebanyak lebih dari 20 ribu anggota pramuka, pelajar dan santri se-Riau, besok Senin (14/8/2017) akan menggelar apel kebangsaan dan antinarkoba. Gelaran ini akan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai peserta apel terbanyak yang pernah diadakan di Indonesia.

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak lebih dari 20 ribu anggota pramuka, pelajar dan santri se-Riau, besok Senin (14/8/2017) akan menggelar apel kebangsaan dan antinarkoba. Gelaran ini akan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai peserta apel terbanyak yang pernah diadakan di Indonesia. Apel ini akan mengikrarkan gerakan cinta Pancasila, anti radikalisme dan antinarkoba dimana anak-anak muda harus menjadi aktor dan agen terpenting di dalamnya.

"Kegiatan besok pagi adalah kebanggaan bagi masyarakat Riau. Selain tercatat dalam rekor MURI, semangat yang digelorakan yakni cinta Pancasila, antiradikalisme dan antinarkoba amat kontekstual dengan kondisi kekinian yang terjadi dalam bangsa ini. Kita berharap semangat gerakan ini menular sampai ke sel-sel terkecil dalam masyarakat," kata inisitor kegiatan Rusli Ahmad, SE kepada Tribun Pekanbaru, Minggu (13/8/2017).

Di luar prediksi, hingga proses checking peserta siang tadi, tercatat sebanyak 22 ribu peserta akan ikut dalam acara ini. Padahal, Sabtu kemarin peserta yang tercatat sebanyak 15.821 orang yang berasal dari kalangan pramuka, pelajar, santri dan elemen generasi muda lainnya.

"Luar biasa sambutan masyarakat, terutama para kepala sekolah didukung oleh Dinas Pendidikan Riau. Para pengurus pesantren juga antusias. Ada sebanyak 46 pesantren yang ikut ambil bagian. Termasuk juga unit-unit organisasi siswa intra sekolah, perkumpulan rohani siswa dan kelompok lainnya," tegas Rusli Ahmad yang merupakan Sekretaris Komisi I DPRD Riau ini.

Kegiatan ini, lanjut Rusli mendapat dukungan dari Pemprov Riau, Polda Riau, Korem Wirabima, Gerakan Pramuka Riau dan Pekanbaru, Kejati Riau, Kanwil Agama Provinsi Riau, DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Provinsi Riau dan organ-organ masyarakat lainnya.

"Ini menyimbolkan bahwa gerakan cinta Pancasila, antiradikalisme dan antinarkoba mendapat perhatian penting dari seluruh stakeholder pemerintahan dan masyarakat," terang Rusli yang merupakan Ketua Gugus Dharma Widya Pramuka Kota Pekanbaru.

Rusli Ahmad menjelaskan, apel akbar ini sebagai upaya konkret untuk membumikan kembali Pancasila kepada generasi muda. Nilai-nilai Pancasila yang dirancang oleh para founding father kini mulai luntur dan berganti dengan budaya impor yang berpotensi merusak perilaku dan sikap generasi bangsa.

"Pancasila itu sakti dan kekal. Terbukti menjadi pemersatu anak-anak bangsa dalam melewati setiap zaman dan tantangan. Pancasila menunjukkan kekayaan dan keberanekaragaman anak bangsa dapat hidup bersama, berdampingan dan penuh toleransi. Pancasila akan menghalau segala upaya gerakan radikalisme yang tumbuh saat ini. Untuk melawan radikalisme, maka pembumian Pancasila adalah solusi paling utama dan terutama," jelasnya.

Sementara, gerakan antinarkoba amat penting terus digelorakan, mengingat daya rusak narkoba yang amat dasyat. Peredaran narkoba harus dihancurkan dan pada saat bersamaan masyarakat harus membentengi diri dari potensi masuknya narkoba ke tiap pribadi, keluarga dan institusi masyarakat maupun pemerintahan.

"Upaya untuk memberantas narkoba tak cukup hanya membebaninya ke aparat hukum dan BNN. Namun, itu adalah tanggung jawab masyarakat. Anak-anak muda harus berani melawan dan menolak narkoba, karena merekalah generasi yang akan melanjutkan arak-arakan bangsa ini ke depan," tegasnya.

Apel ini akan dilaksanakan besok mulai pukul 06.00 hingga pukul 10.00 WIB dipusatkan di Jalan Gajah Mada dan Diponegoro. Sejak pukul 6 pagi, jalur tersebut akan ditutup. Masyarakat dihimbau tidak lagi melalui rute itu pada jam tersebut agar kemacetan bisa dihindari.

"Kami menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang mungkin mengalami kendala dalam berlalu lintas hingga 4 jam tersebut," kata Rusli.

Apel besok akan dihadiri langsung oleh Gubernur Riau, Ketua DPRD Riau, Kapolda Riau, Danrem Wirabima, sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat lainnya. Selain mengikrarkan apel kebangsaan dan anti-narkoba, juga akan diadakan pagelaran bendera dan budaya nasional. (*)

Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help