TribunPekanbaru/

Guru BK Diminta Datangi Rumah Peserta Didik

"Jumlah guru BK di sekolah masih sangat kurang. Padahal mereka memiliki peranan sangat penting dan berhadapan langsung dengan persoalan siswa,"

Guru BK Diminta Datangi Rumah Peserta Didik
Tribun Pekanbaru/Bynton Simanungkalit
Anggota DPD RI asal Provinsi Riau, H Abdul Gafar Usman (tengah) menjadi narasumber dalam kegiatan Diseminasi Pedoman dan Panduan Operasional Penyelanggaraan BK tahun pelajaran 2017-2018 di SMKN 1 Rengat, Minggu (13/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Bynton Simanungkalit
TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Anggota DPD RI asal Provinsi Riau, H Abdul Gafar Usman minta pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap guru Bimbingan Konseling (BK). Di sekolah, guru BK memegang peranan penting dalam upaya memotivasi peserta didik mencapai tujuan hidupnya.

Penegasan itu disampaikannya saat hadir sebagai narasumber pada kegiatan Diseminasi Pedoman dan Panduan Operasional Penyelanggaraan BK tahun pelajaran 2017-2018 di SMKN 1 Rengat, Minggu (13/8/2017).

Kegiatan ini diikuti 62 guru BK se Kabuparen Inhu yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK).

Baca: Menongkah Heritage Kembali Digelar Pemkab Inhil, Ini Dia Keistimewaannya

“Saya juga akan meneruskan aspirasi yang disampaikan guru BK, agar pemerintah lebih banyak mengangkat menjadi PNS, sebab jumlah guru BK di sekolah-sekolah masih sangat kurang. Padahal mereka memiliki peranan sangat penting dan berhadapan langsung dengan persoalan-persoalan peserta didik,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gafar Usman juga minta kepada seluruh guru BK untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab, sehingga kehadiran guru BK benar-benar menjadi solusi bagi peserta didik.

Selain itu, guru BK harus mampu menyelesaikan setiap persoalan peserta didik secara cepat dan tepat sesuai aturan yang berlaku.

Baca: Listrik di Rumah Dinas Pejabat Siak Ini Terpaksa Diputus, Alasannya Bikin Kaget

“Metode atau cara boleh berubah-ubah, yang tidak boleh berubah itu adalah tujuan kita dalam melaksanakan. Sebagai guru BK, Bapak dan Ibu harus punya peta dan kondisi peserta didik dan akan dibawa kemana peserta didik kita,” ujar senator yang juga pernah menjadi guru hingga pembantu rektor ini.

Secara khusus, Gafar Usman juga berpesan agar guru BK tidak memarahi peserta didik di tempat umum, karena itu di setiap sekolah ada ruang konseling.

“Kalau perlu bapak dan ibu guru BK langsung mendatangi rumah peserta didik, sehingga bisa bertatap muka dengan orangtuanya,” ungkap Mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau ini. (*)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help