TribunPekanbaru/

Kepala Kampung di Siak Ini Terpaksa Ngutang di Toko, Ini Penyebabnya

Hal itu dirasakan oleh semua pemerintahan kampung di Kabupaten Siak. Mereka juga sangat memaklumi

Kepala Kampung di Siak Ini Terpaksa Ngutang di Toko, Ini Penyebabnya
Kompas.com/Sakina Rakhma Diah Setiawan
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Tidak dibayarnya Anggaran Dana Kampung (ADK) tahun 2016 sebesar 11 persen membuat pemerintahan kampung tidak efektif. Beberapa hutang yang dibuat pada pelaksanaan kegiatan catur wulan III, 2016 terpaksa dibayar dengan ADK catur wulan I 2017.

Hal itu dirasakan oleh semua pemerintahan kampung di Kabupaten Siak. Mereka juga sangat memaklumi, anggaran itu tidak lagi akan keluar akibat dana transfer daerah "nyangkut di pusat".

Hampir semua kepala kampung yang diwawancarai Tribun menjawab, Pemkab Siak beralasan ADK 2016 yang belum dibayarkan ke kampung -kampung akibat dana transfer pusat yang tidak kunjung cair.

Baca: Klasemen Sementara MotoGP Usai Balapan GP Austria di Sirkuit Red Bull Ring

Kepala Kampung Sialang Baru, Solikhin mengatakan, pemerintahan kampung tetap dijalankan meskipun tidak terlalu efektif.

Ia terus memutar otak bagaimana caranya pelayanan kepada masyarakat jalan namun staf atau pegawai tetap masuk kantor.

"Untuk belanja ATK, kami terpaksa membuat utang dulu ke kedai ATK di luar. Kalau anggaran sudah cair barulah dibayar," kata Solikhin kepada Tribun, Minggu (13/8/2017).

Sendatnya ADK tidak hanya terkait 11 persen hak pada 2016. Namun ADK catur wulan II 2017 seharusnya cair akhir Maret belum kunjung ada.

Akibatnya, operasional kantor memaksa jajaran pemerintah membuat hutang baru. Sedangkan gaji pegawai, bahkan gaji kepala kampung itu pun belum diterima.

Halaman
12
Penulis: Mayonal Putra
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help