TribunPekanbaru/

Parkir di Depan Pasar Cik Puan Sebabkan Kemacetan, Pemko Tidak Punya Solusi

Akibatnya hampir setengah badan jalan tertutup dengan parkir kendaaraan. Kondisi inilah yang menyebabkan kemacetan di titik ini.

Parkir di Depan Pasar Cik Puan Sebabkan Kemacetan, Pemko Tidak Punya Solusi
Tribun Pekanbaru/Syaiful Misgiono
Parkir kendaraan roda dua di depan Pasar Cik Puan 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Parkir kendaraan roda dua di depan pasar cik puan, Jalan Tuanku Tambusai menggangu arus lalintas. Kendaraan yang di parkir di ruas jalan ini hingga dua lapis. Akibatnya hampir setengah badan jalan tertutup dengan parkir kendaaraan. Kondisi inilah yang menyebabkan kemacetan di titik ini.

Pemko tidak punya solusi yang jitu untuk mengatasi kemacetan di depan pasar cik puan. Sebelumnya Pemko sudah merelokasi aktifitas bongkar muat yang digadang-gadangkan menjadi penyebab kemacetan di titik tersebut. Namun pasca aktifitas bongkar muat dipindahkan ke terminal BRPS, kemacetan masih saja terjadi. Bahkan belakangan ini semakin parah.

Kepala Bidang Pasar Disperindag Kota Pekanbaru Tengku Firdaus, Rabu (16/8/2017) membenarkan jika lahan parkir di pasar cik puan sudah berubah menjadi lapak pedagag. Meski sudah mengetahui lahan parkir digunakan untuk membuka lapak pedagang, namun pihaknya tidak memiliki tindakan tegas untuk relelokasi pedagang ke lokasi lain di luar lahan parkir.

"Sampai sekarang kita masih mencarikan solusinya. Ada sebagian lahan kosong yang ada diareal pasar cik puan, jadi meraka kita rencanakan mau pindahkan ke sana. Tapi karena lahan yang ada itu tidak bisa menampung pedagang yang ada,"katanya.

Pihaknya sudah bertemu untuk membicarakan persoalan tersebut dengan para perwakilan pedagang. Namun pedagang menolak direlokasi karena beberapa alasanya. Diantaranya masalah penerangan, karena para pedagang mulai melakukan aktifitas berjualan sejak dini hari. Sehingga membutuhkan penerangan.

"Kemudian lahan yang ada tidak mencukupi dengan jumlah pedagang. Kalau yang dipindahkan itu hanya sebagian saja, meraka tidak mau. Itulah kendalanya sekarang,"paparnya.

Pihaknya akan mendudukkan persoalan ini bersama dengan dinas terkait. Yakni dinas perhubungan, agar persoalan parkir dan kemacetan yang sudah menjadi langganan di titik tersebut bisa dicarikan solusi.

"Kita akan diskusikan masalah itu dengan dinas terkait,"katanya.(*)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help