TribunPekanbaru/

Minta Diterangi Listrik Hingga Perbaikan Jalan, Ini Tuntutan Warga ke EMP

"Sampai sekarang rumah-rumah kami belum dialiri listrik. Padahal kami bertetangga dengan perusahaan migas

Minta Diterangi Listrik Hingga Perbaikan Jalan, Ini Tuntutan Warga ke EMP
Foto/Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com: Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Rapar Dengan Pendapat (RDP) yang digelar Komisi gabungan DPRD Pelalawan bersama PT EMP Bentu Ltd dengan masyarakat Dusun Muara Sako Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam, Juamt (18/8). RDP membahas beberapa persoalan yang timbul.

Menurut juru bicara warga, Aswan, adapun tuntutan masyarakat Muara Sako kepada PT EMP Bentu terdiri dari beberapa poin. Salah satu diantaranya yakni listrik yang dialiri langsung ke rumah-rumah.

"Sampai sekarang rumah-rumah kami belum dialiri listrik. Padahal kami bertetangga dengan perusahaan migas yang besar. Ini yang paling utama," ungkap Aswan.

Baca: Goes To Campus, KNPI Bengkalis Gelar Seminar Kebangsaan

Selain listrik, lanjut Aswan, masyarakat mendambakan perbaikan jalan akses ke perkampungan dibangun. Saat ini kondisi jalan yang masih terbuat dari tanah cukup memprihatikan. Padahal akses tersebut juga digunakan PT EMP Bentu yang sebelumnya bernama PT Kalila.

Tuntutan lainnya yakni bantuan berupa program Cooporate Social Responsbility (CSR) dari perusahaan yang belum dirasakan penduduk desa. Termasuk upaya dalam memajukan perekonomian masyarakat.

Menanggapai tudingan itu, Communication Manager PT EMP Bentu Ltd, Amruh Mahali, memberikan penjelasan yang disertai dengan keterangan visual melalui slide. Terkait listrik yang dijanjikan, perusahaan telah melakukan pemasangan tiang dan pembangunan jaringan sejak tahun 2015 silam. Proses pengerjaan tuntas hingga Agustus 2016.

Baca: Bupati Inhil Kunjungan ke Desa Tekulai Bugis, Ini yang Dilakukannya

Namun arus belum bisa dialirkan lantaran trafo belum ada. Dimana dalam perjanjian awal, perusahaan tidak menanggung trafo melainkan ditanggung Pemerintah Daerah (Pemda) atau PLN.

"Makanya jaringan belum bisa berfungsi sepenuhnya dan listrik belum teralirkan ke rumah masyarakat. Setelah ada tuntutan lagi, kami akan melakukan pengadaan kembali," tandasnya.

Menurut Amruh, saat ini trafo dalam proses pengadaan yang harganya berkisar Rp 50 juta. Namun yang membuat proses pembelian berlangsung lama karena ada perangkat-perangkat pendukung trafo yang harus dibeli dengan harga Rp 150 juta.

Untuk perbaikan jalan, PT EMP Bentu memaparkan bukti foto pembaikan dan perawatan jalan selama dua tahun terakhir. Termasuk program CSR berupa bantuan-bantuan yang diserahkan kepada masyarakat Muara Sako. (*)

Penulis: johanes
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help