TribunPekanbaru/

Cantiknya Tasik Nambus di Kepulauan Meranti, Ini Dia Cara Menuju ke Sana?

Padahal, pesona alam di Tasik Nambus bisa menjadi daya tarik pariwisata bagi wisatawan lokal.

Cantiknya Tasik Nambus di Kepulauan Meranti, Ini Dia Cara Menuju ke Sana?
Tribun Pekanbaru/Guruh Budi Wibowo
Panorama hutan di sekitar Tasik Nambus, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Minggu (20/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Guruh BW
TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Keindahan pesona alam Tasik Nambus di Desa Darul Takzim, Kecamatan Tebingtinggi Barat belum tergarap sepenuhnya oleh Pemkab Kepulauan Meranti. Selain akses jalan, fasiltas pendukung di Tasik juga belum tersedia.

Padahal, pesona alam di Tasik Nambus bisa menjadi daya tarik pariwisata bagi wisatawan lokal. Tasik seluas 10.000 meter persegi ini dikelilingi oleh lebatnya pepohonan hutan lindung.

Untuk menuju Tasik Nambus, pengunjung harus melintasi jalan setapak kurang lebih 3 kilometer yang terbuat dari sekeping papan. Jika hujan, jalan tersebut tidak bisa dilalui oleh pengunjung.

"Jika tidak pakai papan, motor tidak bisa masuk ke hutan," ujar penjaga hutan di sekitar Tasik Nambus, Yudaf, Minggu (20/8/2017).

Padahal, kata Yudaf tidak sedikit orang berkunjung ke Tasik untuk menikmati pesona alamnya. Namun, beberapa tahun belakangan ini mulai berkurang karena papan yang dijadikan jalan setapak sudah banyak yang hancur.

"Sudah banyak yang lapuk dan hilang, makanya orang mulai malas ke tasik," ujarnya.

Yudaf mengatakan, Tasik Nambus mulanya ditemukan pada tahun 1936 oleh dua orang pemburu pelanduk (kancil, red). Namun, masyarakat kala itu menilai jika tasik ini merupakan perkampungan angker, hingga masyarakat enggan mendatangi tasik.

Kendati demikian, pesona alam yang mengitari tasik ternyata mampu menenggelamkan mitos yang berkembang. Tak jarang masyarakat datang berkunjung ke Tasik Nambus untuk menikmati pesona alamnya.
"Saat jalan setapak masih bagus, ramai juga yang datang kesini," ujarnya.(*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help