TribunPekanbaru/

Pemda Pelalawan Butuh Data Kongkrit Mengutip Pajak IMTA ke Perusahaan

Kepala DPMPTSP Pelalawan, Hambali Sudjatma, menyatakan data yang akurat sangat dibutuhkan untuk

Pemda Pelalawan Butuh Data Kongkrit Mengutip Pajak IMTA ke Perusahaan
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Ratusan Tenaga Kerja Asing di areal perusahaan Sinar Mas Grup Lubuk Gaung diperiksa kelengkapan dokumennya. Ratusan pekerja mayoritas dari Tiongkok. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com: Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pelalawan membutuhkan data kongkrit jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) di Pelalawan. Dalam mengutip pajak Izin Mempekerjakan Tenaga kerja Asing (IMTA).

Kepala DPMPTSP Pelalawan, Hambali Sudjatma, menyatakan data yang akurat sangat dibutuhkan untuk menerapkan pajak tersebut. Karena belum tentu semua Naker asing yang bekerja di Pelalawan membayar pajak IMTA ke pemda. Hanya TKA yang areal kerjanya di satu kabupaten saja yang dibisa dikutip pajaknya.

"Kita butuh datanya yang pastilah. Siapa saja yang bekerja di Pelalawan dan tidak keluar daerah ini," kata Hambali, Senin (20/8).

Baca: Begini Cara HBC dan TAC Pekanbaru Jalin Solidaritas

Pihaknya menunggu hasil konsultasi Disnakertrans dan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ke Jakarta. Sebagai dasar penarikan pajak IMTA. (*)

Penulis: johanes
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help